Wednesday, September 22, 2021
Home > Berita > Houthi culik dan siksa empat wartawan Yaman

Houthi culik dan siksa empat wartawan Yaman

Wartawan yang diculik; Tawfiq Al-Mansouri, Abdul Khaleq Amran, Harith Hamid, dan Akram Al-Walidi termasuk di antara 10 jurnalis yang diculik pada tahun 2015.(Foto: Istimewa/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Al-Mukalla, Yaman) –  Kelompok Houthi yang didukung Iran menyiksa wartawan Yaman yang diculik, menjebloskan mereka ke sel isolasi, menolak perawatan medis untuk menyelamatkan jiwa, dan melarang mereka menghubungi keluarga selama dua bulan terakhir.

Arab News, menggetahui kabar tersebut dari pihak keluarga pada hari Kamis (9/9). Keempat wartawan itu adalah; Tawfiq Al-Mansouri, Abdul Khaleq Amran, Harith Hamid, dan Akram Al-Walidi. Mereka termasuk di antara 10 jurnalis yang diculik oleh Houthi selama serangan di ibu kota Sanaa pada tahun 2015.

Para wartawan itu dijatuhi hukuman mati karena diduga berkolaborasi dengan koalisi Arab dan pemerintah yang diakui secara internasional. Sementara enam wartawan lain dibebaskan selama pertukaran tahanan besar terbaru yang sukses antara Houthi dan pemerintah Yaman tahun lalu.

Selama beberapa bulan terakhir, kerabat mengatakan kepada Arab News yang dikutip mimbar-rakyat.com bahwa perlakuan Houthi terhadap wartawan yang tersisa makin memburuk.

 

Abdullah Al-Mansouri mengatakan,  saudaranya – jurnalis Tawfiq Al-Mansouri – belum menghubungi keluarga selama dua bulan terakhir dan para penculiknya menolak untuk mengizinkan keluarga memberinya obat dan uang.

“Dia belum menghubungi kami sejak sebelum Idul Fitri (20 Juli),” kata Abdullah Al-Mansouri.

Keluarga tersebut kemudian mengetahui dari mantan korban penculikan bahwa Houthi telah menganiaya secara brutal  saudara mereka selama dua bulan terakhir.

“Mereka memenjarakan, menyiksa, dan menempatkan mereka di sel isolasi. Mereka mengambil pakaian dan semua barang-barang tahanan itu dan merampas segalanya dari mereka,” kata Al-Mansouri, yang menambahkan bahwa keluarga itu tidak tahu mengapa Houthi menyiksa para wartawan.

“Houthi harus ditanya mengapa mereka memutuskan untuk melanjutkan pelecehan terhadap para jurnalis,” katanya.

Juga disiksa

Keenam jurnalis yang dibebaskan sebelumnya melaporkan mengalami tingkat penyiksaan yang sama oleh para penculik Houthi di dalam penjara yang berbeda di Sanaa. Mereka mendesak masyarakat internasional untuk menekan pemberontak yang didukung Iran itu untuk membebaskan empat wartawan yang menghadapi hukuman mati.

Kerabat mengatakan Abu Shehab Al-Murtada, saudara laki-laki Abdulkader Al-Murtada, yang merupakan kepala komite urusan tahanan Houthi, secara pribadi menyiksa para jurnalis atau menghasut penculik lain untuk menganiaya mereka.

Abdullah Al-Mansouri mengatakan saudaranya menderita masalah jantung, diabetes, masalah ginjal, dan nyeri tulang punggung baru-baru ini karena penyiksaan.

“Kami menyuap Houthi untuk mengizinkan kami mengiriminya suntikan setiap 20 hari,” katanya. “Kami tidak tahu apakah dia menerimanya atau tidak.”

Penganiayaan terhadap para jurnalis telah memicu kemarahan lokal dan internasional dan kelompok-kelompok hak asasi manusia meminta milisi untuk membebaskan mereka dan berhenti melecehkan para kritikus.

Di Sanaa, kerabat Younis Abdul Sallam, seorang jurnalis muda Yaman yang diculik oleh Houthi bulan lalu, mengatakan mereka tidak diizinkan mengunjunginya atau tidak diberi penjelasan mengapa dia diculik.

“Houthi dengan keras kepala menolak untuk mengizinkan kami mengunjunginya,” kata seorang kerabat kepada Arab News, dengan syarat anonim karena takut akan pembalasan Houthi.

Culik penyanyi

Sementara itu, Menteri Informasi Yaman Muammar Al-Eryani mengutuk penculikan penyanyi Youssef Al-Badji oleh Houthi di Sanaa dan tindakan keras milisi terhadap musik.

“Milisi Houthi yang didukung Iran menculik penyanyi Youssef Al-Badji dari rumahnya di Sanaa dalam kampanye sistematis untuk menargetkan seni, mengejar dan menyerang seniman, mendorong puluhan dari mereka untuk melarikan diri ke luar negeri, dan mencegah bernyanyi di pesta pernikahan dan acara publik dan mengklasifikasikannya sebagai tabu, ”kata menteri dalam tweet.

Empat jurnalis Yaman yang diculik dan dipenjarakan oleh milisi Houthi ditampilkan dalam gambar kombinasi yang diposting di Twitter pada 23 Februari oleh Moammar Al-Eryani, menteri Informasi, budaya dan pariwisata Yaman.

Empat jurnalis Yaman yang diculik dan dipenjarakan oleh milisi Houthi ditampilkan dalam gambar kombinasi yang diposting di Twitter pada 23 Februari oleh Moammar Al-Eryani, menteri Informasi, budaya dan pariwisata Yaman.

Syiah Zaidiyah

Mengutip Wikipedia, kelompok yangg sering ditulis Houthi, dari seharusnya Hutsi,  secara resmi bernama Anshar Allah, adalah gerakan Islam politik-bersenjata yang muncul dari Sa’dah di Yaman utara pada 1990-an. Mereka  dari sekte Syiah Zaidiyah, meskipun gerakan ini kabarnya juga termasuk Sunni.

Reuters pernah melaporkan, golongan minoritas penganut Syiah ini, bertempur melawan pemerintah Yaman. Namun pemerintah Yaman didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang merupakan negara penganut ajaran Sunni. Kedua negara itu memberikan tempat perlindungan bagi sejumlah pejabat tinggi Yaman yang melarikan diri dari serangan Houthi.

Houthi sering dikaitkan denga Iran, negara penganut ajaran Syiah.  Iran disebut-sebut mendukung Houthi dengan informasi intelijen dan senjata dalam melawan pemerintahan syah Yaman. Kelompok pemberontak itu dipimpin oleh  Hussein Badreddin al-Houthi, pediri Houthi pada tahun 1992.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru