Sunday, January 23, 2022
Home > Berita > Gerbang Simas Kabupaten Kuningan Sebesar Rp 1 Miliyar Untuk 40 Desa

Gerbang Simas Kabupaten Kuningan Sebesar Rp 1 Miliyar Untuk 40 Desa

Kabid Bina Marga Dinas PUTR, Teddy Sukmajayadi. (dien)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Efek pandemi Covid-19, berimbas pada seluruh sektor, termasuk pada program Gerakan Membangun Sarana Infrastruktur (Gerbang Simas).

Hal itu dijelaskan Kabid Bina Marga Dinas PUTR Teddy Sukmajayadi yang selanjutnya mengatakan,   beberapa desa kehabisan anggaran untuk melaksanakan program tersebut, sebab anggarannya paling banyak dikeluarkan untuk penanggulangan Covid -19.

“Mereka tidak leluasa melaksanakan atau mengikuti program program Simas ini, Jadinya hanya dengan melaksanakan pendampingan ini mereka bisa melaksanakan program Simas,” kata Teddy, saat ditemui di ruangannya, pada Jumat.

Teddy menambahkan, untuk APBD tahun anggaran 2021, merupakan lanjutan dari APBD TA 2020 lalu anggapan Simas itu sekitar Rp1 milyar.

“Untuk anggaran satu milyar itu kita bisa membantu maksimum di 35 – 40 desa. Data desa yang sudah masuk database itu ada sekitar 80 desa, tentunya dana yang sudah tersedia ini belum bisa untuk mengakomodir ke semua desa,” ungkapnya.

Permasalahan semakin terjadi, lanjutnya, yaitu jumlah proposal untuk program Gerbang Simas pun terus bertambah permasalahan yang terjadi dengan anggaran baru satu bulan ini.

“Maka dari itu Gerbang Simas 2021 bisa memprioritaskan ke lokasi-lokasi yang memang dianggap paling penting dulu pastinya, di saat APBD kabupaten murni tidak bisa memperbaiki jalan maupun fasilitas lainnya mudah mudahan gerbang simas ini bisa jadi solusi artinya kita tidak berapriori menunggu anggaran langsung,” ungkapnya.

Minimal dengan adanya gerbang Simas, sambung Teddy, masyarakat bisa mengatasi terlebih dahulu kerusakan – kerusakan yang sifatnya bisa fungsional.

“Untuk jalan kabupaten yang dibantu oleh gerbang Simas ini lumayan banyak juga, kita ambil contoh di Daerah Cikahuripan, seperti jalan kabupaten yang rusak,” paparnya.

Kini pihaknya, melalui tim seksi pembangunan tengah melakukan survey lokasi-lokasi lain untuk pelaksanaan. “Kami mohon maaf database yang diterima ini belum semua terakomodir. Mudah mudahan nanti di anggaran perubahan yang belum masuk di anggaran awal bisa terakomodir,” katanya.

Jenis bantuannya sendiri ada tiga jenis, yaitu pertaman pemberian material pengecoran berupa pasir dan batu pecah. “Kedua pengaspalan jalan, Kami memberi aspal sama batu-batu pecah untuk lubang. Kalo mereka inginnya saluran atau tembok penahan tebing kita kasih semen dan pasir basah,” ujarnya.

Selanjutnya jenis ketiga, sambung Teddy, ada material yang menjadi kewajiban pihak desa, yaitu bantuan termasuk operasional.

“Tapi ternyata hanya material tanpa ada apa apanya lagi ya desa ngantri untuk program ini ya mudah mudahan didukung opeh pak Bupati dan dari DPRD juga sangat respek dengan program ini,” kata Teddy.  (dien /arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru