Saturday, December 03, 2022
Home > Berita > Din Syamsuddin mengenang Azyumardi Azra dalam peluncuran “Melepas Muazin Bangsa” 

Din Syamsuddin mengenang Azyumardi Azra dalam peluncuran “Melepas Muazin Bangsa” 

Peluncuran buku Melepas Muazin Bangsa di Gedung Dewan Pers, Jumat malam. (arl)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Mantan Ketua MUI Din Syamsuddin menuturkan, peluncuran buku mengenang Azyumardi Azra dengan judul “Melepas Muazin Bangsa”, Jumat malam, sangat bermakna karena bertepatan dengan 40 hari meninggalnya Azyumardi Azra.

Acara itu digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pers secara daring dan luring di Gedung Dewan Pers dan mendapat perhatian besar dari kalangan pers dan masyarakat unum.

Din Syamsuddin pun memberikan apresiasi kepada PWI dan Dewan Pers atas inisiatifnya dengan menggelar peringatan 40 hari Azyumardi Azra dengan melakukan peluncuran buku tersebut.

“Selain karena almarhum yang kita peringati kewafatannya 40 hari yang lalu juga saya ikut memberikan apresiasi kepada PWI juga Dewan Pers atas inisiatif ini,” kata Din Syamsuddin yang hadir secara virtual.

Dia terkenang ketika sama-sama di bangku kuliah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Azyumardi Azra yang sudah dia anggap sebagai saudara.

“Saya lebih menganggapnya bukan hanya seorang sahabat, tetapi seorang saudara yang sangat dekat. Kami sama-sama memulai pendidikan tinggi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 76, beliau di Fakultas Tarbiyah, saya di Fakultas Ushuluddin,” katanya.

Cendikiawan muslim Indonesia ini menceritakan ihwal beasiswa ke Amerika Serikat yang didapat dari Menteri Agama di tahun 70an bersama Azyumardi Azra.

“Sejak itulah hingga sama-sama dikirim ke Amerika Serikat oleh pemerintah khususnya Menteri Agama Munawir Syadzali. Kami sangat-sangat dekat sekali,” ucapnya.

“Walaupun saya di pantai barat di Ucla, beliau di pantai timur New York, tapi sering berkomunikasi lewat telepon, belum ada HP waktu itu dan belum juga ada email,” imbuhnya.

Ia juga mengenang pada masa era reformasi hampir setiap pekan bersama Azyumardi Azra ke Gedung PWI.

“Teringat tahun 1994 sampai era reformasi saya menjadi anggota Dewan Kehormatan PWI dan sering setiap pekan bersidang di dalam kantor Dewan Pers sekarang Kebon Sirih dan juga terkait dengan almarhum,” ujarnya.

Kenangan Atal

Ketua PWI Atal Sembiring Depari menyampaikan meninggalnya mantan ketua Dewan Pers, Prof. Azyumardi Azra, menyisakan kenangan yang indah bagi PWI maupun Dewan Pers.

Atal mengatakan, empat puluh kepergian Gurubesar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ni bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2022.

“Kepergiaan almarhum menyisakan kenangan singkat yang teramat indah dan berkesan sebagai ketua Dewan Pers maupun sebagai anggota PWI dengan media panji masyarakat,” kata Atal dalam sambutannya.

Atal menambahkan, lansir rmol.id, kartu PWI seumur hidup telah diserahkan kepada Azyumardi Azra yang kala itu bertepatan denfan telah terbit keputusan presiden tentang posisinya selaku Ketua Dewan Pers.

“Kartu PWI seumur hidup diserahkan kepada bapak Azyumardi Azra pada tanggal pada tanggal 18 Mei 2022, bersamaan dengan terbitnya kepres dewan pers,” katanya.

Dia mengenang Prof. Azyumardi Azra ketika baru menjadi Ketua Dewan Pers dan melakukan inspeksi mendadak ke kantor PWI yang berada di bawah lantai kantor Dewan Pers.

“Prof. Azyumardi Azra suatu ketika turun dari lantai 7 gedung Dewan Pers ke tempat ini ke ruangan ini. Kami duduk bersama pengurus lain di ruamg sidang ini. Apa kata pak Azyumardi, saya mau lihat kantor organisasi saya. Karena saya sangat terkejut, dan saya bilang, Pak Prof harusnya saya yang datang ke lantai 7,” ucapnya.

“Dan terungkaplah bagaimana bangganya almarhum kembali menjadi anggota PWI,” imbuhnya.

Atal menngatakan, Azyumardi Azra mengaku bangga dengan kepemilikan kartu PWI seumur hidup yang diberikan kepadanya.

“Di kampus saya yang paling tinggi, profesor, rektor, tapi saya lebih bangga memegang kartu biru ini, kata beliau, sembari memamerkan kartu PWInya, terimakasih prof sahut kami,” urainya.

“Serentak tak menduga, dan kami merasakan dia sangat bangga dengan kartu itu. Karena, Prof Azyumardi memang wartawan tahun 80-an sampai akhir hayatnya dia menulis tiap hari di Kompas di Republika, karena itu dia sangat bangga dengan kartu PWI-nya,” tambahnya.

Pihaknya mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Mudah-mudahan Allah SWT memaafkan semua kesalahannya menerima amal ibadahnya dan dijadikan kuburnya taman dari taman syurga Allah SWT dan semoga doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah SWT,” tutupnya.

“Melepas Muazin Bangsa” berisi kenangan tentang almarhum Azyumardi Azra, berupa bunga rampai tulisan  Dhimam Abror Djuraid yang sekaligus sebagai editor, serta penulis lain di antaranya Atal S Depari, Akmal Nasery Basral, Ilham Bintang, Rajab Ritonga, Todung Mulya Lubis, Hendry Ch Bangun, Wina Armada, dan yang lainnya.  (him)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru