Tuesday, January 19, 2021
Home > Berita > Aditiya Daffa Al Haqi kembali ke Timnas U-16

Aditiya Daffa Al Haqi kembali ke Timnas U-16

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Aditiya Daffa Al Haqi kembali dipanggil masuk pemusatan latihan (TC) Tim Nasional U-16. Dia bergabung bersama ke-25 pemain lain pada pemusatan latihan Timnas U-16 bulan November yang ditangani pelatih Bima Sakti.

Pemain kelahiran 11 Januari 2004 ini memang kerap dipanggil masuk skuat Garuda Asia sejak penyelenggaraan seleksi pemain pada tahun 2019. Bahkan pemain yang akrab disapa Tile ini menjadi satu dari 23 pemain yang dibawa pelatih Bima Sakti pada gelaran Piala AFF U-16, Chonburi, Thailand.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini tak berhenti memanjatkan puji syukur, karena hingga saat ini dirinya masih diberikan kesempatan. Pemain yang mengidolakan sosok pelatih BIma Sakti ini menyatakan bahwa bakat dan minat sepakbolanya sudah mulai muncul sejak usia 8 tahun. Tile yang kini telah menginjak usia 16 tahun merasa bangga karena bisa mewujudkan mimpi almarhum sang ayah yang ingin dirinya bermain untuk tim nasional dan membela lambang Garuda.

“Dulu waktu usia 10 tahun saya pernah diajak sama bapak (alm) ke stadion GBK. Bapak pernah bilang, suatu saat nanti kamu pasti akan masuk timnas. Mungkin sekarang kamu hanya bisa nonton, tapi suatu saat nanti kamu akan main di sini dan ditonton banyak orang” katanya seperti dikutip dari website resmi PSSI, pssi.org.

Tentang pemanggilannya masuk tim nasional pertamakalinya, dia mengatakan; “Saat itu saya merasa kaget, bahkan sampai hari ini pun tidak menyangka bisa masuk Tim Nasional U-16. Apalagi saya dan teman-teman dilatih oleh sosok pelatih Bima Sakti. Masih ingat saat itu semua berawal ketika saya ikut seleksi tahap kedua pada 13 Mei 2019. Saat seleksi pertama, yang dipanggil hanya Alex (Alexandro Felix), teman satu tim di klub dan sejak itu punya keinginan juga untuk masuk Timnas. Alhamdulillah bisa tercapai” kata Tile.

“Sayangnya bapak tidak sempat lihat saya masuk timnas. Tahun 2016, setelah ashar, bapak berpulang ke hadapan Allah, persis di depan saya saat mau pamit latihan. Persisnya, saat mau salim ke bapak, trus tiba-tiba bapak susah bernapas, saya lari untuk manggil ibu, tapi bapak akhirnya berpulang. Itu 2 minggu sebelum saya berangkat ke China untuk ajang Gothia Cup.”

Sosok ayah bagi Tile memang sangatlah penting. Almarhum ayahnya yang memperkenalkan dunia sepakbola sejak dirinya masih kecil. “Saat umur 8 tahun saya sudah sering diajak sama bapak untuk ikut sekolah sepakbola (SSB) deket rumah. Tapi karena untuk usia 8 tahun belum ada, saya ikut latihan bersama kelompok usia 10 tahun. Awalnya SSB Panser di Ciputat, lalu pindah ke SSB Astam umur 11 tahun. Mulai ikut liga, dan mungkin dari situ kepantaunya juga,”ungkap Tile

“Yang paling memotivasi saya adalah almarhum bapak, karena inget sekali dulu bapak sering mengantar saya latihan dengan sepeda motor, meski harus menempuh jarak tempuh yang jauh, contohnya Jakarta ke Bogor. Sekarang sedih bapak sudah tidak ada, tapi saya lega karena setidaknya walaupun bapak tidak ada tapi harapan almarhum tercapai. Saya akan selalu bersungguh-sunguh agar selalu dipilih dan membela timnas” ungkapnya.

Ada satu momen yang diungkapkan pemain yang kerap menggunakan nomor punggung 18 ini. Momen tersebut tak lain saat Timnas U-16 berhasil meraih satu tiket ke ajang Piala Asia U-16 2020 yang rencananya akan digelar tahun depan.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru