Monday, July 04, 2022
Home > Berita > Ada fase-fase faedah puasa terhadap fisik manusia

Ada fase-fase faedah puasa terhadap fisik manusia

Ilustrasi - Hikmah puasa Ramadhan. (warohmah)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Melakukan ibadah puasa bagi fisik manusia memiliki beberapa fase, dalam hadis disebutkan ada tiga fase, yaitu 10 hari pertama, 10 hari kedua dan 10 hari ketiga.

Tapi ternyata ada juga fase keempat, yang akan terjadi pada fisik manusia, bila tidak hati-hati menjaga pola makan sehari-hari.

Fase 10 hari pertama Ramadhan biasanya merupakan fase terberat karena merupakan fase peralihan dari kebiasaan pola makan normal menjadi harus menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga magrib.

Pada fase 10 hari pertama Ramadhan, pikiran juga sedang berusaha melakukan penyesuaian dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk dapat menunaikannya.

Oleh sebab itu pada 10 hari pertama Ramadhan ini Allah SWT memberikan keistimewaan dengan membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi hamba-Nya yang telah sabar dan ikhlas menunaikan puasa selama 10 hari pertama.

Para ulama menyatakan, jangan sampai pelaku shaum Ramadhan melewatkan kesempatan mendapatkan rahmat dari Allah SWT dengan hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas ibadah.

Ini pernah disampaikan dr Tantowi Djauhari (pwmu.com) ketika mengutip hadis: “Awaluhu rahmah wa ausaathuhu maghfirah wa akhiruhu ‘idkum minannaar.”

Terjemahan bebas hadis itu kira-kira 10 hari pertama puasa Ramadhan adalah sebagai rahmat, 10 hari kedua sebagai ampunan, dan 10 hari terakhir sebagai bebas dari neraka.

“Pembagian itu ternyata ada hubungannya dengan kesehatan,” kata dokter yang akrab dipanggil Tomi itu.

Dalam dunia kesehatan, 10 hari pertama puasa, ternyata juga menjadi rahmat bagi orang yang menjalankan ibadah puasa, meski secara fisik tubuh biasanya merasa tidak enak karena tidak mengasup makanan.

“Itu karena tubuh kita  sebenarnya sedang menggelontor  berbagai racun yang selama satu tahun bersemayam di tubuh kita,” kata Tomi.

Nah ini sebenarnya merupakan rahmat bagi tubuh karena racun-racun dalam tubuh sedang dalam masa pembunuhan.

Kemudian pada sepuluh  hari kedua yang dikatakan hadis sebagai hari penuh ampunan, juga terjadi dalam tubuh orang yang sedang berpuasa.  “Sebab, pada sepuluh kedua ini sejatinya terjadi perbaikan atau peremajaan sel- sel baru,”  katanya.

Sedangkan pada 10 hari terakhir dijauhkan dari api neraka, juga bermakna kesehatan.  Karena, setelah melakukan puasa selama 20 hari, pada hari ke-21 sejatinya manusia dijauhkan dari penyakit.

“Karena pada puluhan terakhir ini terjadi peningkatan imunitas atau kekebalan tubuh,” kata dokter yang juga dosen itu.

Kendati selama sebulan telah terjadi perbaikan kesehatan tubuh, tapi kata Tomi, melihat kebiasaan masyarakat Indonesia, upaya sebulan itu biasanya “rusak” saat memasuki puluhan ke-4 atau saat Idul Fitri dan sesudahnya.

“Sepuluh  hari keempat itu bisa dikatakan sebagai hari perusakan. Sebab ,  kesehatan yang sudah sangat bagus selama satu bulan puasa Ramadhan itu dirusak saat lebaran dengan tidak bisa mengontrol pola makan,” jelas Tomi.

Baca juga :

Mensyukuri Puasa 

Inilah 7 Tips Agar Tidak Lemas Ketika Puasa 

Bagaimana Puasa Anda Sepekan Ini? 

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan 

“Karena itulah, maka disunnahkan puasa Syawal,” ujarnya menyinggung rahasia sehat puasa enam hari dalam bulan Syawal di luar tanggal 1.

Fase-fase faedah berpuasa Ramadhan selama 30 hari ini begitu hebat bagi fisik manusia dan tentu saja bagi mental dan jiwa, bila kita menghayati dan melakoninya dengan benar dan ikhlas.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru