Tuesday, August 09, 2022
Home > Berita > 33 Imam masjid Indonesia lulus seleksi menjadi imam masjid di Emirat Arab

33 Imam masjid Indonesia lulus seleksi menjadi imam masjid di Emirat Arab

Gedung Kemenag di Jakarta. (Foto: kemenag.go.id)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) –  Sebanyak 33 peserta berhasil lulus seleksi tahap akhir utuk mejadi calon imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA) pada tahun 2022.  Demikian diumumkan Kementerian Agama.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Adib, yang mengumumkan hasil seleksi itu megatakan; “Sehubung dengan telah dilaksanakannya proses seleksi wawancara calon imam masjid untuk UEA tahun 2022 pada tanggal 7 sampai 10 Juni 2022, bersama ini kami mengumumkan sebanyak 33 peserta dinyatakan lulus tahap seleksi akhir.”

Dalam pernyataan Adib di Jakarta, Minggu (12/6) itu, seperti dikutip dari siaran pers Kemenag, Adib menjelaskan, 33 peserta yang dinyatakan lulus tahap seleksi akhir merupakan peserta terpilih. Sebab, menurutnya, seleksi yang dilakukan Kemenag maupun UEA tidak mudah. “Alhamdulillah berjalan lancar,” katanya.

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat tersebut meminta peserta yang belum lulus untuk tidak berkecil hati. Dia mengatakan, para peserta yang telah mengikuti seleksi calon imam masjid untuk UEA merupakan orang-orang hebat.

“Tidak bisa kita pungkiri bahwa memilih 33 peserta hingga tahap seleksi akhir ini tidaklah mudah. Semua peserta telah mengerahkan kemampuan yang mereka bisa lakukan. Begitu pula tim penguji yang harus jeli dan teliti memilih calon duta-duta untuk UEA,” tuturnya.

Peserta yang dinyatakan lulus tahap seleksi akhir diminta segera melengkapi dokumen yang telah ditetapkan. Mereka yang lulus adalah;

  1. Muhammad Saihul Basyir, Jawa Barat,
  2. Ibrohim, Jawa Barat,
  3. Muhammad Luthfi, DKI Jakarta,
  4. Ikma Pradesta Putra Prayitna, Jawa Barat,
  5. Heggy Fajrianto Herman, Jawa Barat,
  6. Damri Hasibuan, DKI Jakarta,
  7. Ibadur Rahman Al Huda, Jawa Timur,
  8. Lukman Hakim Ch, Jawa Tengah,
  9. Sukri, Jawa Barat,
  10. Moh. Ali, Jawa Timur,
  11. Muhammad, DKI Jakarta,
  12. Abdullah, Jawa Timur,
  13. Muhammad Azzam Muhtadi, Jawa Barat,
  14. Endang Abdurohman, Jawa Barat,
  15. Neftian Firmansyah, Jawa Barat,
  16. Zulfikar Fauzi, Jawa Tengah,
  17. Ayyub Al Atsary, Jawa Tengah,
  18. Achmad Chikmi Ardiansyah, Jawa Timur,
  19. Abdul Hamid, Jawa Tengah,
  20. Hamdan Syukri, Sumatera Barat,
  21. Akhmad Jafar, Kalimantan Tengah,
  22. Fauzi, Kalimantan Barat,
  23. Erza Aulia Hafiz, Nusa Tenggara Barat,
  24. Ibrahim Mu’afi, Sumatera Selatan,
  25. Muhammad Vega Satria, Banda Aceh,
  26. Bambang Al’fino Adi Utomo, Jambi,
  27. Agus Rizal, Banda Aceh,
  28. Lalu Sayuti, Nusa Tenggara Barat,
  29. Muh. Reski, Sulawesi Selatan,
  30. Muhammad Fikri, Sulawesi Selatan,
  31. Fachrurrazi, Banda Aceh,
  32. Ahmad Jauhari, Jawa Timur,
  33. Andri Kurniadi, Sumatera Utara.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin pernah megungkapkan, pada tahun 2021 telah lolos seleksi 50 imam. Mereka mendapat penempatan di beberapa negara bagian UEA.

Pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab itu merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Uni Emirat Arab. Para imam masjid juga menjadi duta Indonesia di sana.

Sedang Adib menyatakan, imam masjid asal Indonesia diminati lantaran berpaham ahlus sunnah wal jamaah. Hal ini menjadi nilai tambah, selain kemampuan dalam membaca Al-Qur’an.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru