Gunung meletus, banjir bandang menghantam
Tanah longsor dan jalanpun terputus
Rumah tertimbun tanah atau lumpur
Rakyat menderita, kocar kacir
Selamatkan mereka ya Tuhan
Bencana telah menyulitkan rakyat
Harta benda luluh lantak
Anggota keluarga banyak yang hilang
Pada saat kebutuhan terus meningkat
Tangis dan kesedihan pun memuncak
Derita datang silih berganti
Sadarlah wahai para pemimipin
Jangan memanfaatkan musibah pasang aksi
Dengan mudah menjamin musibah bukan kesalahan
Tetapi menyatakan sebagai fenomena alam
Bahkan memanfaatkan sebagai pencitraan
Memikul sekarung kecil beras untuk rakyat
Ada pula yang lari meninggalkan rakyatnya
Dimana tanggungjawabmu
Mana rasa kemanusian kalian
Memanfaatkan bencana demi kepentingan pribadi
Rakyat butuh perhatian
Menanti uluran tangan tanpa pamrih
Menuntut tanggungjawab pemimpin
Berharap ada sanksi bagi perusak alam
Menghukum mereka yang menjual negeri untuk kekayaan pribadi
Para perusak alam harus didera
Juga para pemimpin yang ikut bermain
Kenapa hutan jadi gundul
Kenapa tanah resapan air hilang
Tindak kejahatan harus ada hukumannya
Ingat rakyat telah menderita
Ratusan, bahkan ribuan jiwa telah hilang sia-sia
Apakah kalian hanya cukup menyalahkan alam
Kenapa tidak sekalian menyalahkan Tuhan
Sumatera, Jawa dan banyak lainnya telah hancur
Ratusan bahkan ribuan nyawa melayang
Semua itu tak cukup dikatakan sebagai peringatan
Tanpa berbuat memperbaiki keadaan
Jangan eksploitasi derita rakyat
Memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi
Cobalah dorong hati nurani kalian
Berbuat benar-benar untuk membantu rakyat
Bukan dengan rasa pamrih, berpikir musibah bisa dimanfaatkan
Rakyat butuh perhatian
Bantuan nyata untuk kehidupan
Namun jangan lupa bantuan spiritual
Perlu pengayaan jiwa, roh, atau batin
Selain bantuan nyata sandang pangan dan papan
Makna hidup, hubungan dengan Tuhan tak boleh diabaikan
@091225
