Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Komunitas Persaudaraan Muslim Siantar dan Sekitarnya (PMSS) di Jakarta, menyelenggarakan Maulid Nabi SAW sekaligus menandai milid kedua PMSS di Jakarta, Minggu.
Acara yang dihadiri ratusan anggota yang berasal dari kawasan Jabodetabek termasuk dari Bandung dan Purwakarta itu, berlangsung sederhana dan khidmat dan usai siraman rohani dari Ustad H. Ir. Muhammad Furqan Alfaruqiy dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng.
PMSS yang berdiri pada Oktober 2023 merupakan organisasi ikatan kekeluargaan yang bersifat sosial, bebas, bertanggung jawab, mandiri, amanah, mengutamakan kesetiakawanan dan kekeluargaan. Anggotanya para perantau dari Pematang Siantar, Kampung Melayu dan sekitarnya di Sumatera Utara.

Di antara susunan personil dewan pembina tercatat nama Syahrir St, B, Tanjung, Irmadi Lubis, Butet Muis Nasution, Hazairin Pohan dan Zulkarimein Nasution sedangkan pada dewan penasihat terdapat Aliaman Saragih, Hadi Susanto Pasaribu, Eddy St.B. Tanjung, Armansyah Hasibuan dan Syamsul Siregar.
Dalam acara pemotongan tumpeng Minggu 16/11/2025, hadir para pengurus PMSS serta pembina H. Syahrir St B. Tanjung dan Zulkarimein Nasution.
Ketua PMSS Syamsiruddin Siregar dalam sambutannya menyatakan rasa syukurnya atas terlaksananya acara Maulid Nabi serta milad kedua perkumpulan perantau itu.
“Ini semua terlaksana atas dukungan bapak ibu serta saudaraku semua, yang membantu mulai dari sisi moral dan material. Terima kasih atas dukungannya. Terima kasih juga karena sudah datang berduyun-duyun ke tempat ini,” ujarnya, senada dengan ungkapan ketua pelaksana, Ramli.
Nabi Muhammad SAW “role mode”
Ustad Ir Furqan Alfaruqiy dalam siraman rohaninya menyatakan Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke muka bumi ini dan diangkat sebagai Rosulullah, merupakan “role mode” untuk kehidupan manusia.

“Nabi Muhammad SAW lahir sebagai role mode yang diciptakan Allah SWT untuk diteladani dan ditiru kebaikannya oleh manusia untuk kebaikan bersama serta alam dan segala isinya,” kata Ustad Furqan, kelahiran Medan 1966 dan lulusan Teknik Fisika ITB.
Ustad Furqan menuturkan banyak hal tentang sirah perjalanan hidup Nabi SAW, termasuk berbagai sukses yang diraihnya.
“Kita harus menyikapi dan meniru ini, berusaha sukses melakukan apa pun yang baik yang kita inginkan di jalan benar, termasuk yang diinginkan umat kita,” ujar ustad yang pernah menjadi imam dan penceramah di Masjid Istiqlal Houston, Teksas, AS, pada 2016.
Ustad Furqan pun mengingatkan agar tidak lupa meninggikan kalimat-kalimat Allah (kalimatillah) dalam setiap kesempatan, dalam usaha meningkatkan nilai-nilai kebaikan yang ada dalam diri ummatNya.
“Basyiru wala tu’assiru,” ujar Ustad Furqan mengutip penggalan hadis, yang kita-kira berarti, diutamakan untuk mempermudah segala sesuatu dan memberi kabar gembira, bukan mempersulit atau memberi kabar yang menakut-nakuti.
Dalam suasana sulit di berbagai hal yang dialami masyarakat sekarang ini, Ustad Furqan berpesan, agar saling seia-sekata, dan ia bahkan mengingatkan memeriksa dulu kabar di medsos, sebelum meneruskannya kepada orang lain, bahkan kabar benar pun tidak semua layak disampaikan pada orang lain.

Ustad Furqan bercerita juga banyak hal, di antaranya tentang sejarah Indonesia, tentang beragam informasi yang diwaspadai (tabayyun) di tengah meningkatnya digitalisasi, tetang perlunya meningkatkan rasa persaudaraan dan integritas, karena masing-masing memiliki keunggulan dan kekuatan berbeda, yang perlu disatupadukan.
“Kita pun jangan lupa senantiasa berdoa, agar kita selalu berpikir positif dan optimistis agar kota Siantar dan masyarakatnya lebih baik dan lebih berkah,” kata Ustad Furqan. (arl)
