Friday, November 22, 2019
Home > Berita > Lima ibu berjuang melahirkan di tenda pengungsi

Lima ibu berjuang melahirkan di tenda pengungsi

Ilustrasi - Presiden Jokowi di tempat pengungsian korban gempa Lombok Timur. (ciamisnews)

MIMBAR-RAKYAT.com (Lombok Timur) – Seorang ibu di tempat pengungsian korban gempa di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB,  melahirkan dan empat lainnya dalam proses melahirkan.

“Dari lima orang itu, satu orang sudah melahirkan bayinya dalam keadaan sehat. Empat ibu lainnya masih ada yang bukaan satu, bukaan dua, bukaan tiga, dan bukaan tujuh. Kondisi yang bukaan dua dan tiga sudah keluar air banyak,” kata Dwi Maida Suparina, salah seorang bidan yang ditemui di Posko Bencana Gempa Kecamatan Sembalun.

Ia mengatakan, lima orang perempuan dengan usia kehamilan sembilan bulan itu dibawa ke Posko Bencana Gempa karena ruang Unit Gawat Darurat Puskesmas Sembalun hancur akibat gempa bumi.

Masih sering terjadinya gempa susulan juga menjadi pertimbangan untuk sementara puskesmas tidak digunakan merawat warga.  Temboknya dikhawatirkan roboh.

Dwi menambahkan ibu-ibu yang sedang berjuang melahirkan bayinya tersebut dibawa ke posko secara bertahap oleh petugas medis.

“Ada yang dibawa kemarin (Senin), dan ada yang dibawa dini hari tadi,” ujar bidan kelompok kerja yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Sembalun ini.

Lima orang ibu yang sudah dan tengah berjuang melahirkan bayinya itu juga mendapat pertolongan dari dokter dari Pusat Layanan Umum 119 RSUD Kota Mataram, yang bertugas di Posko Bencana Gempa Sembalun.

Dr Anita Rahman mengaku terus melakukan observasi terhadap kondisi empat orang ibu yang segera melahirkan. Pasalnya, ada beberapa yang sudah keluar air banyak sehingga dipertimbangkan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Kami tidak berani mengambil tindakan memberi perangsang karena itu harus dilakukan minimal di puskesmas dengan peralatan memadai. Jadi kemungkinan akan dirujuk ke rumah sakit,” katanya seperti dilansir antaranews.

Gempa bumi berkekuatan 6,4 pada skala Richter  mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB, Minggu (29/7), pukul 06.47 Wita.

BPBD NTB menerima laporan sementara sebanyak 16 orang meninggal dunia, termasuk di antaranya satu warga Malaysia, dan satu warga Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain korban meninggal dunia, gempa Bumi itu juga menyebabkan ratusan orang luka berat dan ringan. Seluruhnya tersebar di Kecamatan Sambelia, dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta di Kabupaten Lombok Utara.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru