Sunday, February 23, 2020
Home > Berita > Badai Harvey melemah KJRI tetap evakuasi WNI

Badai Harvey melemah KJRI tetap evakuasi WNI

Badai Harvey di Houston. Amerika, (antaranews)

MIMBAR-RAKYAT.com (Houston) – Badai Harvey yang sebelumnya sebagai gelombang tropis telah melemah kekuatannya,  tapi KJRI Houston tetap mengevakuasi sekitar 120 warga negara Indonesia yang berada di sekitar kota tertimpa musibah itu.

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat NHC mengumumkan Kamis bahwa gelombang badai yang sudah berlangsung lima hari itu sudah melemah.

Badai Harvey sudah berada sekitar 15 km arah barat daya Alexandria, Louisiana, dengan kecepatan angin 55 km per jam, kata NHC yang berpusat di Miami itu.

Tapi banjir maut yang mengancam nyawa terus berlangsung di Texas tenggara dan sebagian wilayah barat daya Louisiana, kata NHC. Badan cuaca AS ini menambahkan bahwa ancaman hujan deras sudah berakhir di daerah Houston/Galveston.

“Namun malapetaka banjir maut akan terus terjadi di dan sekitar Houston, Beaumont dan Port Arthur, bagian timur sampai barat daya Louisiana sepanjang pekan-pekan ke depan,” kata NHC.

Sementara KJRI Houston sudah mengevakuasi beberapa WNI di Houston, Texas, menyusul banjir di wilayah ini akibat terjangan Badai Harvey itu.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam pesan singkat di Jakarta, Kamis, mengatakan diperkirakan ada 120 WNI yang tempat tinggalnya tergenang air di Houston.

“Sebagian besar telah dievakuasi ke beberapa shelter setempat, gereja, masjid Indonesia, dan sebagian WNI lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah sesama WNI yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggal mereka,” kata Iqbal.

KJRI Houston juga memanfaatkan shelter di gedung KJRI untuk menampung WNI yang membutuhkan bantuan, yang hingga Rabu, terdapat lima WNI ditampung di shelter ini, seperti laporan antaranews, mereka dalam perjalanan menuju kota lain namun terjebak badai di Texas.

Iqbal mengatakan KJRI Houston telah membentuk Satgas Penanganan WNI Bencana Badai Harvey dengan melibatkan seluruh staf KJRI dan tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan bantuan kepada WNI selama dan pascabadai.

Menlu Retno Marsudi juga telah meminta agar KJRI Houston terus berkomunikasi dengan simpul-simpul WNI agar dapat memantau situasi WNI dari waktu ke waktu, kata Iqbal.

Diaspora di wilayah kerja KJRI Houston berupaya menghimpun dana untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan melalui Facebook lewat akun gofundme.

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa WNI,” kata Iqbal.

KJRI Houston terus memantau situasi WNI dan mengidentifikasi jika terdapat bantuan yang dibutuhkan WNI dari KJRI.

Pemerintah Texas telah mengeluarkan kebijakan evakuasi wajib dan sukarela kepada warga Houston yang wilayahnya terkena banjir dan telah mengevakuasi lebih dari 30.000 orang.

Curah hujan tinggi mencapai 40 inci dan badai masih mendera wilayah Houston dan sekitarnya.

Berdasarkan data Kemlu, jumlah WNI di seluruh Amerika Serikat adalah 65.306 orang, 9.137 WNI di antaranya tinggal di wilayah kerja KJRI Houston, termasuk Texas.

WNI yang membutuhkan informasi dan bantuan bisa menghubungi hotline 24 jam KJRI Houston +1 346-932-7284.

Lima hari setelah menghantam Texas, badai besar Harvey menerjang Louisiana pada Rabu (30/8), negara bagian yang belum sepenuhnya pulih akibat badai Katrina pada 2005.

Harvey menghantam daratan di sebelah barat kota Cameron, kata Pusat Badai Nasional, di mana “hujan lebat” mengguyur beberapa daerah di Texas tenggara dan Louisiana barat daya.

Harvey terjadi setelah badai besar itu menerjang Texas dengan hujan lebat yang mencatatkan rekor, mengubah jalan menjadi sungai dan membuat ribuan orang meninggalkan rumah mereka di Houston, kota terbesar keempat di Amerika.

Warga di Louisiana barat bersiap menghadapi hembusan angin Harvey dengan kecepatan maksimal hampir 72 kilometer per jam. Badan prakiraan cuaca setempat memprediksikan curah hujan 13 sampai 25 sentimeter.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru