Monday, December 06, 2021
Home > Berita > Virus meningkat, Maroko tangguhkan penerbangan dari Inggris, Jerman, Belanda

Virus meningkat, Maroko tangguhkan penerbangan dari Inggris, Jerman, Belanda

Maroko menangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut semua penerbangan ke dan dari Inggris, Jerman, dan Belanda, di tengah meningkatnya infeksi virus corona di negara-negara tersebut. (Foto: Istimewa/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Rabat, Maroko) –  Maroko menangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut semua penerbangan ke dan dari Inggris Raya, Jerman, dan Belanda, di tengah meningkatnya infeksi virus corona di negara-negara tersebut.

Pembatasan mulai berlaku sebelum tengah malam Rabu, kata otoritas bandara kerajaan Afrika Utara. Dalam sebuah tweet, maskapai nasional Royal Air Maroc menyatakan langkah itu diambil karena “situasi pandemi.” Namun tidak diberikan detail lebih lanjut.

Arab News melaporkan, Kementerian Kesehatan Maroko pada Senin lalu memperingatkan ancaman lonjakan virus baru, menekankan “kebutuhan untuk menghindari kemungkinan kambuhnya kasus serius dan kritis serta kematian terkait Covid-19, yang telah terjadi di beberapa negara Eropa.”

Kasus Covid-19 telah meningkat tajam di Belanda selama dua minggu terakhir dan juga di Jerman.

Inggris mencatat hampir 50.000 infeksi baru dalam satu hari pekan ini. Kepala eksekutif kelompok payung perawatan kesehatan, Konfederasi NHS, menyatakan sistem kesehatan berisiko kewalahan kecuali langkah-langkah diperkenalkan sekarang, sementara pemerintah mendesak jutaan orang mendapatkan suntikan vaksin penguat.

Kementerian luar negeri Jerman mendesak warga di Maroko untuk segera menghubungi perusahaan perjalanan mereka karena penghentian penerbangan yang terjadi.

Maskapai penerbangan Belanda Transavia menyatakan sedang menyelidiki apakah bisa mendapatkan izin untuk terbang melampaui batas tengah malam “untuk menjemput penumpang yang terdampar” dari Maroko.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan ada peningkatan 7 persen dalam kasus virus corona baru di seluruh Eropa pekan lalu, satu-satunya wilayah di dunia di mana kasus meningkat.

Awal bulan ini, kedutaan Rusia di Rabat mengumumkan bahwa penerbangan komersial antara kedua negara telah ditangguhkan, mengutip keputusan yang telah diterima dari otoritas Maroko, tetapi tidak menunjukkan alasannya.

Maroko memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di Afrika, dengan lebih dari 50 persen populasi diinokulasi penuh.

Pemerintah juga telah mulai memberikan suntikan vaksin booster, dan menyatakan akan memperkenalkan izin vaksin Covid-19 sebagai persyaratan wajib untuk akses ke tempat-tempat umum dan perjalanan. Keputusan mulai berlaku Kamis.

Secara keseluruhan, Maroko telah mendaftarkan lebih dari 942.000 infeksi dan 14.000 kematian akibat Covid-19. Begitu menurut Kementerian Kesehatan.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru