Friday, August 19, 2022
Home > Berita > Virus Corona: AS Tutup Sekolah dan Semua Layanan Penting, 368 Kematian di Italia

Virus Corona: AS Tutup Sekolah dan Semua Layanan Penting, 368 Kematian di Italia

Italia pada hari Minggu lalu melaporkan terjdinya peningkatan besar dalam kematian akibat virus corona. Gambar menunjukan salah satu tempat di Italia. (Foto: AP/Al Jazeera)

Italia pada hari Minggu lalu melaporkan terjdinya peningkatan besar dalam kematian akibat virus corona. Gambar menunjukan salah satu tempat di Italia. (Foto: AP/Al Jazeera)

mimbar-rakyat.com (Jakarta) – Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa menutup sekolah, tempat hiburan dan semua layanan penting, dalam upaya meningkatkan perang terhadap pandemi virus corona.

Kasus serangan virus corono saat ini justru lebih banyak di luar China, tempat virus pertama kali berasal akhir tahun lalu. Demikian dilaporkan Al Jazeera.

Sekolah-sekolah di New York City telah ditutup dengan kelas-kelas yang dipindahkan secara online, dan tempat-tempat hiburan  diperintahkan untuk ditutup mulai Selasa lalu (Rabu WIB). Para pejabat beralih ke langkah-langkah karantina untuk mengatasi virus yang kini telah menewaskan 5.800 orang di seluruh dunia.

Pemerintah juga membatasi perjalanan – baik ke dalam maupun ke luar – untuk mengekang pergerakan orang. Korea Selatan dan Cina, keduanya waspada terhadap infeksi impor, telah memperketat persyaratan untuk kedatangan internasional.

Italia melaporkan 368 kematian dari coronavirus dan jumlah kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 24.747. Demikian kata otoritas perlindungan sipil negara itu.

Iran mengumumkan lebih dari 100 orang telah tewas dalam 24 jam terakhir, dengan kasus yang dikonfirmasi mendekati 14.000. Teheran mengatakan perjuangannya melawan wabah itu sangat terhambat oleh sanksi AS.

Ceko dilaporkan menutup beberapa kota untuk mencegah penyebaran virus corona. Otoritas Ceko menutup area di timur negara itu untuk mencegah penyebaran virus korona, kata walikota sebuah kota di wilayah itu.

Selandia Baru melarang pertemuan publik dan sejumlah negara, termasuk Korea Selatan dan Cina, memperketat pembatasan pada pelancong dari luar negeri.

Turki melaporkan 12 kasus baru, sementara pertanyaan sedang diajukan di Pakistan tentang prosedur karantina setelah sejumlah orang ditemukan memiliki COVID-19 bahkan setelah mereka dibebaskan dari karantina. Pakistan sekarang memiliki 94 kasus yang diketahui.

Pemerintah Turki meningkatkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus, dengan menutup sekolah dan universitas, mengadakan acara olahraga tanpa penonton dan menghentikan penerbangan ke banyak negara.

Ribuan Muslim yang kembali ke Turki dari ziarah di Arab Saudi dibawa ke karantina pada hari Minggu dan Kementerian Dalam Negeri mengatakan bar dan klub malam akan ditutup mulai Senin.***sumber Al Jazeera/Google. (dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru