Tuesday, April 13, 2021
Home > Berita > Ustadz Didi: Bunuh Diri Bisa Dicegah Dengan Shalat Tahajud

Ustadz Didi: Bunuh Diri Bisa Dicegah Dengan Shalat Tahajud

Ustadz Muhammad Didi Khumaedi S.Pd

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) Melihat banyaknya orang yang nekat bunuh diri di Kabupaten Kuningan, mendapat tanggapan dari Guru Bimbingan Konseling (BK) Al – Mutazam, Ustadz Muhammad Didi Khumaedi S.Pd, mengatakan secara psikologi orang tersebut, ingin melepaskan atau menaruh masalahnya. “Nah sayangnya orang yang bunuh diri itu, Ia melepaskan masalahnya dengan jiwa dan nyawanya juga, bahasa mudahnya yaitu dengan berfikir jangka pendek, berfikir terlalu cepat,”ujarnya selepas mendengar kabar seorang pemuda, meninggal dunia akibat bunuh diri, pada Kamis (4/3/2021).

Jadi sebenarnya, tambah Ustadz Didi, mereka tidak menemukan orang yang tepat untuk membantunya melepaskan masalahnya, sehingga mereka melepaskannya dengan cara tersebut. “Maka sebaiknya, apabila orang yang sudah terlihat tertekan atau depresi sebaiknya orang di sekitar mereka mendukungnya, agar orang yang sedang dalam keadaan tertekan ini memiliki harapan yang lebih baik lagi dalam melepaskan masalahnya,”paparnya.

Selain itu, Ustadz Didi menerangkan faktor penyebab seseorang ingin bunuh diri antara lain mengalami stres, tekanan batin yang dipendam terlalu lama dan gangguan jiwa. “Hal ini saya alami sendiri, dengan kerabat saya yang depresi, menumpuk beban didalam dirinya dan tidak menyampaikan kepada orang terdekat , sehingga Ia ingin melakukan hal itu, dan untungnya kerabat saya, orang sekitarnya mengajaknya untuk sering berbicara, dan sekarang kondisinya agak baikan,”terangnya.

Faktor pendidikan orangtua pun mempengaruhi, seperti mendidik anak sejak kecil yang selalu memaksakan anak untuk memilih keinginan sesuai dengan keinginan orangtua. “Dan itu membuat si anak tertekan, dan menumpuk masalahnya hingga Ia besar dan itu sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan psikologi anak, maka sebaiknya dalam mendidik anak yakni dengan membebaskan keinginannya yaitu dengan mengarahkan apa yang terbaik baginya dengan tidak memaksakan agar anak itu tidak terbebani,”jelasnya Ustadz Didi yang juga sering menjadi motivator parenting.

Selanjutnya faktor depresi bagi orang dewasa itu, sebaiknya sering banyak sharing, karena cara tersebut biasanya beban hidupnya itu bisa berkurang. “Nah apabila berbicara tentang cerita, maka umat muslim sebaiknya harus jauh lebih sehat, karena orang islam biasanya di tengah malam, saat shalat tahajud biasa bercerita dengan Allah SWT, maka disitulah mereka menaruh beban masalahnya di hadapan sejadah saat sujud kepada Allah SWT,”ungkapnya.

Maka, sebaiknya orang – orang yang sedang dalam tekanan atau sudah memiliki tanda-tanda depresi seperti menarik diri dan membatasi pergaulannya, menurutnya dukungan sosial , lingkungan dan ibadahnya membantunya dalam melepaskan beban hidupnya dengan harapan yang lebih baik tanpa harus melepaskan bebannya bersama jiwa dan nyawanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru