Friday, April 19, 2024
Home > Berita > Satu Warga Tewas Akibat Terseret Banjir di Bangli

Satu Warga Tewas Akibat Terseret Banjir di Bangli

Akses jalan warga tertimbun longsor akibat hujan deras yang menyebabkan banjir di Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, Senin (17/10). (Foto : BPBD Kabupaten Bangli)

Mimbar-Rakyat.com (Bangli) – Satu warga dilaporkan tewas akibat terseret arus banjir di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Senin (17/10). Hasil kaji cepat sementara, peristiwa terjadi ketika korban mengendarai sepeda motor dan terseret arus banjir yang berasal dari luapan saluran air.

Tim BPBD Kabupaten Bangli bersama tim gabungan segera melakukan penyisiran saluran air dari depan lapangan Kilobar Tamanbali menuju saluran irigasi Guliang Kangin. Saat ini korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan outopsi.

Menurut laporan bnpb.go.id, banjir yang melanda Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli ini terjadi setelah hujan deras sekitar pukul 13.20 WITA. Kondisi curah hujan yang tinggi juga memicu longsor di Kecamatan Susut. Aktivitas warga ikut terganggu akibat longsor yang menutup akses jalan.

Upaya pengerahan alat berat dari Dinas PU juga telah diinisiasi guna membuka akses jalan. Upaya penyemprotan oleh tim Damkar juga dilakukan guna membersihkan material lumpur agar warga sekitar dapat melintas kembali.

BPBD bersama tim gabungan juga terus melakukan koordinasi lanjutan dalam hal pendataan. Hingga kini semua tim terus berjibaku dilapangan guna melakukan upaya percepatan penanganan darurat.

Merujuk informasi peringatan dini BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi hingga Oktober 2022.

Langkah-langkah antisipatif perlu dipersiapkan sebagaimana arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, S.Sos, M.M,. dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

“Upaya jangka pendek, pastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem. Upaya jangka panjang lakukan perbaikan lingkungan jangan sampai banjir selalu berulang di tempat yang sama,” jelas Suharyanto.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru