Monday, June 24, 2024
Home > Berita > Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Tegaskan Dukung Palestina Sampai Merdeka

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Tegaskan Dukung Palestina Sampai Merdeka

Menhan Prabowo.

Mimbar-Rakyat,com (Jakarta) – Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto turut menanggapi konflik yang terjadi antara Palestina dengan Israel. Prabowo Subianto secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina.

“Sikap saya jelas. Kita selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina, sampai mereka merdeka,” kata Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel pada Jumat malam (13/10/2023).

Dia menerangkan, sikapnya pun selaras pemerintah Indonesia. Di mana, mendukung perjuangan bangsa Palestina. Prabowo berharap perang antara Israel dan Palestina bisa segera disudahi.

“Kita tentunya berharap gencatan senjata ataupun konflik segera berakhir dan dilanjutkan dengan perundingan,” ujar Prabowo.

Sementara itu, di tengah memanasnya isu antara Israel dan Palestina pasca serangan Hamas pada Sabtu (7/10/2023), Indonesia berkomitmen untuk menjadi problem solver atau pemecah masalah dalam konflik ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) Lalu Muhammad Iqbal dalam pernyataan persnya di Jakarta, Jumat (13/10/2023).

“Dalam isu ini, Indonesia ingin menjadi problem solver dan ingin memberikan peran yang konstruktif,” kata Iqbal.

Terkait konflik Israel dan Hamas yang masih berlangsung hingga hari ini, Indonesia telah menyuarakan keprihatinannya dan mendesak agar segala bentuk kekerasan segera dihentikan namun tidak mengecam atau mengutuknya secara terang-terangan.

“Jadi penekanan Indonesia bukan masalah mengutuk atau tidak mengutuk. Tapi ini adalah problem yang akan terus terjadi selama akar masalahnya tidak diselesaikan,” sambungnya.

Fokus Indonesia saat ini adalah untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan di wilayah konflik.

Pasalnya, Israel sendiri telah memblokade akses bantuan kemanusiaan seperti makanan hingga obat-obatan untuk warga Palestina, terutama di Jalur Gaza. Lebih jauh, akses listrik dan pasokan air di wilayah tersebut juga terputus.

Maka dari itu, Indonesia kemudian bergerak untuk mendorong terbukanya jalur bantuan kemanusiaan lewat komunikasi dengan berbagai pihak di tingkat internasional.

Menlu Retno Marsudi Minta Bantuan Filipina Evakuasi WNI dari Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah meminta bantuan kepada pihak Filipina dalam proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Israel. Hal ini mengingat bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan negara tersebut, sementara Filipina memiliki kantor Kedutaan Besarnya di Tel Aviv.

“Menlu juga melakukan komunikasi langsung dengan Menlu Filipina untuk melakukan kerja sama evakuasi karena Filipina memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv (Israel),” ujar Direktur Pelindungan WNI dan BHI Judha Nugraha dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (13/10/2023).

Judha menambahkan bahwa kerja sama terkait evakuasi antara Indonesia dengan Filipina bukan yang pertama kali dilakukan.

“Kita ikut membantu evakuasi warga negara Filipina tahun 2015 dari Yaman dan evakuasi 5 warga Filipina dari Kabul pada 2021, serta kita membantu proses evakuasi warga Filipina dari Sudan,” katanya.

Sementara untuk rencana evakuasi bagi WNI dari wilayah Palestina, pemerintah juga telah menyiapkan rencana atau kontingensi plan untuk mereka.

“Kita menyusun rencana kontingensi, termasuk rute skenario evakuasi. Jadi kita tidak hanya menyusun satu skenario saja karena situasi di lapangan sangat sulit. Dan belajar dari pengalaman evakuasi sebelumnya, berbagai macam opsi kita buka, nanti pelaksanaannya tergantung situasi di lapangan,” papar Judha.

Kemlu RI: 4 WNI Berhasil Dievakuasi dari Wilayah Israel ke Yordania

Kementerian Luar Negeri RI melaporkan bahwa empat WNI yang dievakuasi dari Israel telah tiba di Yordania pada Jumat (13/10). Kemlu RI mengeluarkan update tersebut pada pukul 15.30 WIB.

“Melalui koordinasi intensif Kemlu RI dan KBRI Amman, empat WNI telah berhasil dievakuasi dari beberapa titik di Israel menuju Jordania,” demikian pernyataan Kemlu RI dalam keterangan tertulis, Jumat (13/10/2023).

“Empat WNI tersebut saat ini telah aman dan selamat berada di wilayah Jordania setelah melakukan perjalanan darat sekitar dua jam melalui perbatasan Yordania River Crossing/Sheikh Hussein.”

“Kemlu dan bersama Perwakilan RI masih terus mengupayakan evakuasi 10 WNI di Gaza.”

Krisis kemanusiaan dengan cepat terjadi di Gaza. Pasalnya, banyak warga yang terjebak, banyak akses yang terputus dari makanan dan listrik. Ditambah lagi mereka harus menghadapi serangan udara Israel sebagai tanggapan atas serangan mematikan Hamas.

Israel Bombardir Gaza Palestina

Ada sebanyak 133 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Tepi Barat dan sejumlah wilayah Israel, dan hanya empat orang yang ingin dievakuasi ke wilayah yang lebih aman. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha.

Dari angka tersebut 39 WNI berada di Tepi Barat, termasuk Yerusalem dan wilayah lainnya di Israel, dan 94 lainnya merupakan pelajar yang tinggal di Sapir.

Judha mengatakan, sebagian besar WNI yang memilih untuk tetap berada di wilayah tersebut masih merasa aman.

“Untuk yang 133, kita sudah melakukan Zoom Meeting dan mereka menyampaikan situasinya. Kita juga menyampaikan imbauan agar mereka meninggalkan wilayah tersebut,” kata Judha, dalam pernyataan pers, Jumat (13/10/2023).

“Namun berdasarkan informasi terakhir, dari 133 tersebut hanya empat yang ingin meninggalkan karena merasa aman,” sambungnya.

Tugas negara, jelas Judha, adalah mengamankan dan melindungi WNI dari wilayah pertikaian ke wilayah yang lebih aman sesuai UU No. 37 tahun 1999. Namun dalam hal ini, pemerintah tidak memaksakan keputusan para WNI tersebut.

“Tugas kami adalah memberikan informasi mengenai penilaian situasi keamanan, tapi pilihan dikembalikan kepada masing-masing,” ungkapnya.

Selain 133 WNI tersebut, Judha juga mengatakan bahwa ada 10 WNI lainnya yang berada di Jalur Gaza. Pemerintah juga terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI tersebut sambil mempersiapkan proses evakuasi segera ketika situasi memungkinkan.

“Komunikasi intensif terus kita lakukan. Namun, hingga saat ini Israel masih terus memborbardir Gaza, jadi ini yang paling sulit dilakukan,” ujarnya lagi.

Menurut catatan pemerintah, 10 WNI di Gaza terdiri dari tiga relawan MER-C yang tinggal di rumah sakit Indonesia. Sementara tujuh orang lainnya berasal dari dua keluarga Indonesia yang menikah dengan warga setempat. (ds/sumber Liputan6.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru