Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Pada Pada 27 Maret 2012, ketika bendera hijau berkibar di Sebring International Raceway di Florida, itu merupakan laga pertama lomba ketahanan dunia FIA. Pada 28 September 2025, Fuji Speedway di Jepang akan menjadi penyelenggara lomba yang ke-100 kalinya.
Banyak yang sudah berubah dalam rentang waktu 13 tahun ini, namun sat elemen yang tak lekang di panas tak luntur di air, adalah inti atau DNA FIA WEC, yang melagakan kendaraan prototipe jalanan yang dikenal dengan mobil GT yang berlaga satu dengan lainnya, yang dari waktu ke waktu semakin canggih kecepatannya.
Kendaraan dengan profile lit – dari Alpine ke Aston Martin dan dari Ferrari ke Ford – sudah pernah memenangi laga ini di beberapa kelas, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri di Jepang, karena lag aini menjadi tonggak sejarah siapa pemenang di laga ke-100, apalagi cabang laga ini menjadi era keemas dalam olahraga ini.

Dengan delapan mobil pabrik yang akan tampil menghiasi lomba kelas Hypercar dan sembilan pabrik lainnya Bersiap di kelas LMGT3, maka laga di lintasan kaki Gunung Fuji itu akan semakin berkelas dan meyakinkan.
Logo khusus dirancang untuk menandai momentum laga bersejarah ini dan berbagai kreasi serta inovasi lain diadakan dan semua mata acara itu kelak akan diumumkan.

Pebalap profesional Indonesia Sean Gelael bersama rekan di Tim United Autosports # 95, Darren Leung dan Marino Sato yang baru merayakan kemenangan dalam LMGT3 FIA World Endurance Championship (WEC) 6 Hours of COTA di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, Minggu (7/9/2025), akan tampil dalam lomba ini. (fiawe / arl)
