Thursday, May 06, 2021
Home > Kota > Bupati Kuningan : Seni Budaya Tradisional Jati Ulah Kasilih Ku Junti

Bupati Kuningan : Seni Budaya Tradisional Jati Ulah Kasilih Ku Junti

Mimbat-Rakyat – (Kuningan) Bupati Kuningan, H Acep Purnama meminta agar para guru, meminta agar para guru bisa tetap melestarikan dan mewarisi seni dan budaya tradisional daerah, termasuk bahasa daerah.

“Soal seni tidak bisa diukur dengan nominal uang. Seni dan tradisi ini harus tetap kita pertahankan, lesarikan dan dikembangkan dalam rangka membentengi generasi penerus dari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma di kita,”jelas Acep, usai hadiri kegiatan Peningkatan Mutu Guru Seni Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Kuningan, pada Kamis (08/04/2021) di Aula Hotel Purnama Mulia Kuningan.

Tak hanya itu pihaknya mengapresiasi acara tersebut, sebab menurutnya salahsatu upaya agar generasi muda tidak terkontaminasi oleh seni budaya asing yaitu dengan mengenalkan, menggali potensi, dan memberi rambu-rambu untuk memproteksi sehingga nilai seni dan tradisi kita tidak tergerus.

“”Kita juga punya regulasi untuk kegiatan berekspresi di Gedung Kesenian yang kita miliki. Silakan semua penggiat seni untuk menumpahkan ekspresi seninya di situ,” ujarnya.
Lebih dalam, Acep mengungkapkan ada peribahasa Sunda yang mengatakan “Jati Ulah Kasilih ku Junti” yang artinya seni, budaya dan tradisi pribumi tidak boleh tergantikan oleh budaya dan pengaruh luar yang datang.

“Makanya dibuat kegiatan seperti ini, karena para tenaga pengajar bidang kesenian ini kan sebagai ujung tombak dalam menularkan dan mewariskan ilmu yang dimilikinya pada anak-anak kita,” tukasnya

Sementara itu Kadisdikbud Kuningan, Uca Suharsa melalui Kasie Kesenian Rio Anto P S mengatakan pihaknya sedang berupaya menciptakam SDM yang pinunjul, dengan melestarikan dan mewariskan budaya angklung serta pupuh guna menunjang Visi Kabupaten Kuningan yakni Kuningan Maju.

“Semoga dengan kegiatan ini para tenaga pengajar khususnya di bidang kesenian bisa meningkatkan kualitas dan kemampuan dasarnya dalam penguasaan kesenian angklung juga pupuh untuk diajarkan kembali pada anak didik di sekolah,”jelasnya. (Dien).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru