Tuesday, April 13, 2021
Home > Berita > Jelang Ramadhan, Anggota Koramil Kuningan Ziarah dan Lestarikan Makam Bersejarah.

Jelang Ramadhan, Anggota Koramil Kuningan Ziarah dan Lestarikan Makam Bersejarah.

 

Mimbar-Rakyat.com – (Kuningan) Jelang Bulan Suci Ramadhan, tradisi berziarah dan membersihkan makam biasa dilakukan oleh umat muslim di Indonesia, tak terkecuali warga Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan.

Terlihat Tokoh Masyarakat, Warga Desa Ancaran bersama sembilan Anggota Koramil 1501/Kuningan, dan Bhabinkamtibnas Desa Ancaran, membersihkan komplek pemakaman Nusa Ancaran, pada Kamis (8/4/2021), yang diketahui merupakan makam tokoh penyebaran agama islam di Desa Ancara, Kecamatan Kuningan.

Tidak hanya membersihkan makam, mereka pun bersama – sama melakukan penataan makam – makam yang batu nisan sudah mulai tak terlihat.

“Tadi dengan dipimpin Danramil 1501/Kuningan Kapten Hambali kita bersama – sama melakukan penataan di Komplek Makam Kramat Nusa ini, karena melihat kondisi sebelumnya yang cukup membuat hati ini tergerak untuk membuat pulasara tersebut selayaknya bagi orang yang kita hormati, yakni kesepuhan Desa Ancaran,”jelas Pelda Edi Rosadi, yang merupakan Babinsa Desa Ancaran.

Tak hanya itu, pemakaman makam sesepuh Desa Ancaran dilakukan agar para peziarah tidak kesulitan mencari makam keramat, dan nyaman saat berziarah dan semoga bisa membawa keberkahan bagi semuanya. “Ya siapa lagi sih kalau bukan kita yang mau merawat pulasara makam syekh dan sesepuh kalau bukan kita yang masih hidup ini,”ujarnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat Desa Ancaran,Mohamad Sathori menjelaskan komplek Makam Kramat Nusa yang masih satu keturunan keraton Kecirebonan, yakni Syekh Magelung, Mbah Bangun, Kiyai Iyah, Mbah Suntu dan Mbah Anggaraeini. “Makam ini merupakan makam para tokoh penyebaran islam yang ada dalam lingkungan keraton kecirebonan pada abad ke 14,”terangnya.

Terlihat batu bata merah, dan berlumut yang menandakan usia makam tersebut sudah berabad – abad, dan bentuk makam khas kecirebonan.

Tentang berziarah sebelum Ramadhan, Pengasuh Pon-pes tarbiyatul Athfal Desa Bakom, Kecamatan Darma, KH Asrip memperbolehkan adanya ziarah kubur sebelum Ramadhan, dan itu disunnahkan. ” Ziarah kubur disunnahkan sebagai nasihat atau mengingat akhirat,mengingat mati. Hal itu bisa dengan melihat kuburan tanpa mengetahui penghuninya, atau untuk mendoakan maka disunnahkan pada setiap kuburan orang Islam,”jelasnya.

Hal itu, tambah KH Asrip, disebutkan dalam Kitab Ihya Ulumudin Juz 4 halaman 521, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab ihya’ Ulumuddin:

زيارة القبور مستحبة على الجملة للتذكر والاعتبار وزيارة قبور الصالحين مستحبة لأجل التبرك مع الاعتبار

Artinya: “Ziarah kubur disunnahkan secara umum dengan tujuan untuk mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran, dan menziarahi kuburan orang-orang shalih disunnahkan dengan tujuan untuk tabarruk (mendapatkan barakah) serta pelajaran,” (Al-Ghazali, Ihya’ Ulum ad-Dien, juz 4, hal. 521).

“Jadi sepanjang diyakini ahli kuburnya muslim maka sunnah mendoakannya tak peduli ia shalih atau fasiq, tapi kalau mayit kafir tidak boleh didoakan,”ujar KH Asrip. (Dien).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru