Thursday, October 22, 2020
Home > Berita > Mahasiswa Tewas Kena Tembak, Istana: Presiden Sudah Arahkan Kapolri

Mahasiswa Tewas Kena Tembak, Istana: Presiden Sudah Arahkan Kapolri

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk tidak represif terhadap mahasiswa yang masif melakukan aksi di sejumlah daerah dalam sepekan terakhir.

Hal tersebut ditegaskan Ari menanggapi tewasnya seorang mahasiswa Universitas Haluoleo, Himawan Randi (21), saat demonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Kamis (26/9).

“Tentu tadi presiden sudah menyampaikan bahwa dalam penanganan aksi harus menggunakan cara yang tidak represif tapi juga terukur. Itu prinsip dasar yang jadi pegangan. Tentu jadi wilayah Kapolri untuk melanjutkan arahan presiden,” kata Ari di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (26/9).

Ari belum bisa bicara banyak apakah bakal ada evaluasi terhadap aparat kepolisian terkait penindakan pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di sejumlah wilayah. Dalam aksi di sejumlah wilayah diketahui polisi melakukan penindakan terlalu represif, bahkan kepada wartawan peliput.

Ia mengatakan hal itu akan disampaikan langsung oleh Tito. “Itu nanti dari Kapolri yang akan sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bakal menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar dalam menangani demonstrasi mahasiswa maupun masyarakat tak bertindak represif.

“Saya akan telepon langsung kepada Kapolri agar dalam menangani setiap demonstrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, yang terukur,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9).

Namun, kata Jokowi, untuk pedemo yang membuat rusuh perlu mengambil tindakan tegas.

Sementara itu terkait kematian Randi, Danrem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto menyatakan sang mahasiswa sudah meninggal saat dibawa ke rumah sakit Korem. Rumah Sakit Korem itu yang dituju rekan-rekan Yustinus karena lebih dekat dengan lokasi demonstrasi di Gedung DPRD Sultra.

Setelah dinyatakan meninggal, jasad Randi lalu dibawa ke RSUD Abunawas.

Yustinus mengatakan terdapat luka di bagian dada sebelah kanan. Namun dia tak bisa memastikan penyebab luka tersebut. “Saya lihat langsung ke sana ada luka di bagian dada sebelah kanan,” kata Yustinus.

“Apakah itu luka tembak atau luka tusuk, kami belum bisa pastikan. Kami tunggu hasil autopsi Rumah Sakit Abu Nawas,” tambahnya.

Yustinus mengatakan selain Randi yang meninggal, ada seorang mahasiswa lain dalam kondisi kritis. Yustinus mengatakan mahasiswa bernama Yusuf itu mengalami luka di kepala bagian kepala dan dirawat intensif di RS Bahteramas.

Yusuf Diduga Tertembak di Pelipis

La Ode Muhammad Yusuf Badawi (19) Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) yang ikut dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara juga diduga mengalami luka tembak pada bagian pelipis. Yusuf kekinian dalam kondisi kritis.

Rekan Yusuf, Amal yang turut serta dalam aksi demonstrasi mengatakan Yusuf tengah menjalani operasi di RSUD Bahteramas.

“Iya saya sekarang ini lagi di rumah sakit, sementara dia ini (Yusuf) lagi dioperasi,” kata Amal saat dikonfirmasi, Kamis (26/9/2019).

Amal mengaku, kekinian belum bisa melihat kondisi dari Yusuf. Hanya, berdasar keterangan rekan-rekannya, Yusuf diduga mengalami luka tembak dibagian pelipis.

“Saya belum lihat juga tapi menurut kabar dia mengalami luka dibagian pelipis di bagian atas kepala,” ujarnya.

“Menurut pengakuan kawan-kawan itu kena senjata peluru, karena tadi kita dapat proyektilnya di jalan,” imbuhnya.

Kendati begitu, Amal mengaku tidak dapat memastikan apakah proyektil yang ditemukan itu berupa proyektil peluru karet atau tajam. “Itu saya belum tahu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, ribuan mahasiswa se-Kota Kendari mengepung gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis siang. Massa aksi melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Sultra menuntut pencabutan UU KPK dan mempertahankan UU KPK sebelumnya, menolak RKHUP serta menolak RUU Pertanahan.

Dalam aksi tersebut, massa melakukan pelemparan ke arah gedung DPRD Sultra dengan batu dan kayu. Kepolisian melakukan tembakan gas air mata ke arah masa aksi. (A/C/S/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru