Thursday, July 07, 2022
Home > Berita > Kemensos hadirkan layanan atensi agar lansia hidup layak

Kemensos hadirkan layanan atensi agar lansia hidup layak

Foto Ilustrasi Kemensos.go.id

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Untuk memastikan hak-hak lanjut usia (lansia) terpenuhi, Kementerian Sosial menghadirkan Program Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial bagi Lanjut Usia).

Layanan Atensi Antara lain dukungan pemenuhan hidup layak; dukungan keluarga; terapi (fisik, psikososial, dan terapi mental spiritual); pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan; bantuan sosial dan asistensi sosial; dan dukungan aksesibilitas.

Selain kepada lansia, Kementerian Sosial juga melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya untuk membantu dan menolong orang lain khususnya lansia.

Menurut siaran pers Kementereian Sosial, Sabtu (29/5), Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat menyatakan, di antara kebijakan Kemensos adalah dengan pengembangan Sentra Kreasi Atensi (SKA) sebagai wadah pemberdayaan bagi lansia dan kelompok rentan lainnya untuk berkreasi, berkarya sehingga dapat hidup mandiri dan akhirnya bisa mengangkat derajat hidupnya.

“Kemensos juga membantu lansia mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Balai-Balai Kementerian Sosial agar terpenuhi Hak Sipilnya, sehingga dapat mengakses berbagai layanan dan program pemerintah,” katanya.

“Agar semua lansia miskin yang tinggal sendiri maupun yang tinggal dalam keluarga tercatat dan mendapatkan akses terhadap program bantuan sosial seperti PKH, BPNT dan Atensi,” katanya.

Indonesia termasuk negara yang akan memasuki era penduduk menua ( aging population ) sejalan dengan jumlah lanjut usia (lansia) yang hampir mencapai 10 %. Di lain pihak, populasi lansia dalam kategori tidak mampu juga cukup besar.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, secara umum lansia mengalami disfungsi sosial di antaranya berhadapan dengan masalah kesehatan, serta rentan dari perilaku atau tindak kekerasan di masyarakat. Saat ini cukup banyak lansia yang sukses, sehat dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga.

“Namun tidak sedikit yang mengalami kehidupan yang berat dan sulit di masa tuanya karena hidup miskin, ditelantarkan dan hidup sendiri. Untuk itulah Kementerian Sosial hadir memberi dukungan, layanan dan program untuk mewujudkan lansia yang bahagia di hari tua,” kata Mensos terkait dengan peringatan Hari Lanjut Usia (HLUN) 2021, di Jakarta, Jumat (28/5).

Mengutip data Susesnas pada Maret 2020, jumlah warga lanjut usia di Indonesia mencapai 9,92% (26,82 juta jiwa). Sementara, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2019, diketahui ada sebanyak 12.990.568 jiwa lansia tidak mampu. Kemudian juga didapat sebanyak 6.703.616 lansia dalam kondisi bedridden. Lansia di dalam keluarga (10,7 juta), di luar keluarga (1,9 juta), dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 1,1 juta.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru