Sunday, January 23, 2022
Home > Nusantara > Jokowi: Tunjangan Sertifikasi Guru Malah Akan Ditambah

Jokowi: Tunjangan Sertifikasi Guru Malah Akan Ditambah

MIMBAR-RAKYAT.com (Banjarmasin) – Joko Widodo, calon presiden (capres) yang diusung PDIP dan anggota koalisinya Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI, membantah akan menghapus tunjangan sertifikasi guru bila dia terpilih sebagai presiden.

Dalam kunjungannya ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (25/5), sosok yang dikenal akrab dengan nama Jokowi itu melakukan pertemuan dengan tim relawan yang berasal dari kader dan simpatisan partai pengusung.

Selain meminta para relawan untuk menyebarkan programnya,  capres yang masih menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta itu juga minta mereka meluruskan “kampanye hitam” yang diarahkan lawan politik kepada Jokowi dan pasangan calon wakil presiden yang mendampingi, Jusuf Kalla (JK).

“Seperti penghapusan tunjangan sertifikasi guru. Katakan pada masyarakat itu tak benar. Justru malah akan ditambah,” kata Jokowi tentang isu yang berkembang bahwa dia akan menghapuskan tunjangan sertifikasi guru.

Mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah, itu juga mengungkapkan keheranannya tentang tudingan bahwa dia merupakan anak dari keturunan. “Saya juga heran, orangtua saya dibilangnya dari Singapura, etnis tertentu. Wong bapak ibu saya dari desa gitu kok,” sambung Jokowi.

Melalui rumor yang beredar dari mulut ke mulut, menjelang Pilpres yang akan digelar 9 Juli 2014,  Jokowi memang dihadapkan pada sejumlah “kampanye hitam”. Dia disebut-sebut keturunan China. Bahkan agamanya pun diragukan. 

Jokowi minta relawan pemenangan pasangan Jokowi-JK mensosialisakikan program-program pasangannya, serta meluruskan tudingan yang tidak benar terhadap dirinya maupun JK. Dengan cara itu dia yakin pasangannya bersama JK akan mampu memenangkan pilpres.

Sabtu (24/5) Jokowi yang berkesempatan bicara di hadapan peserta sidang Tanwir Muhammadiyah,  di Samarinda, Kalimantan Timur, memanfaatkan kesempatan itu untuk mengklarifikasi tentang latar belakang agama dan keislaman keluarganya.

“Saya Jokowi. Alhamdulillah saya sudah haji. Bapak saya haji, ibu saya haji, dan adik saya juga sudah haji,” tutur pejabat yang sangat dikenal dengan kebiasaannya turun ke bawah, ke tengah masyarakat yang popular dengan kata blusukan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam sidang Tanwir Mu­ham­madiyah tersebut juga sempat menyinggung tentang kehidupan beragama Jokowi.

Din menyatakan bahwa dia pernah melakukan tes keislaman terhadap Jokowi,  dengan memintanya menjadi imam salat zuhur. Kesimpulan  Din, capres  itu memiliki pandangan agama Islam yang bagus.***Janet

Ilustrasi: Jokowi dan JK dalam suatu acara menemui pendukungnya. (Foto: Istimewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru