Thursday, December 03, 2020
Home > Nasional > Ini Penyebab Punahnya Bahasa Daerah di Indonesia

Ini Penyebab Punahnya Bahasa Daerah di Indonesia

Bahasa daerah nyawa nusantara (aktualita.co)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Punahnya satu bahasa dalam komunitas masyarakat perlu mendapat perhatian, karena kepunahan bahasa sama dengan kepunahan peradaban manusia secara keseluruhan. 

Menurut penelitian, di Indonesia ada 169 bahasa etnis atau daerah yang terancam punah dan ini pernah menjadi fokus dalam seminar nasional dengan tema “Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Kebudayaan Etnik Minoritas untuk Penguatan Bangsa.”

Seminar itu diadakan di LIPI Jakarta dan akhirnya terjabarkan ada empat sebab terjadinya kepunahan bahasa daerah.

Pertama, para penuturnya berpikir tentang dirinya sebagai inferior secara sosial dan kedua karena keterikatan pada masa lalu. Ketiga, sisi tradisional dan terakhir karena secara ekonomi kehidupannya stagnan.

“Keempat sebab ini disebut oleh sejumlah linguis sebagai ‘proses penelantaran bahasa’,” ujar Drs. Abdul Rachman Patji dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI dalam salah satu seminar seperti tercantum dalam nationalgeographic

Di luar itu, Abdul menyebutkan faktor itu adalah urbanisasi dan perkawinan antar etnis. Urbanisasi berpengaruh karena jika dua orang dari daerah pindah ke kota besar atau ibukota, maka dalam berinteraksi dengan etnis lain bahasa etnisnya sendiri cenderung ditinggalkan.
“Mereka akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi antar etnik,” katanya. Memang ancaman kepunahan bahasa daerah cenderung terjadi untuk rumpun non-Austronesia, atau khususnya terletak di Indonesia bagian timur.

Baca juga  :  Bahasa daerah punah

“Penyebab utama kepunahan bahasa pun karena para orang tua tidak lagi mengajarkan kepada anak-anaknya bahasa ibu mereka dan mereka juga tidak secara aktif menggunakannya di rumah atau dalam berbagai ranah komunikasi,” ujarnya.

Faktor lain yang mempercepat kepunahan bahasa juga datang dari kebijakan pemerintah, karena penggunaan bahasa dalam pendidikan serta tekanan bahasa dominan dalam suatu wilayah masyarakat multibahasa yang berdampingan, kata Abdul.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru