Wednesday, September 30, 2020
Home > Berita > Tenda Tahan Api Akan Sambut Jemaah Haji Indonesia di Arafah

Tenda Tahan Api Akan Sambut Jemaah Haji Indonesia di Arafah

Mimbar-Rakyat.com (Makkah) – Tenda baru akan menyabut Jemaah haji Indonesia 2017 di Arafah. Tenda baru tersebut menggunakan rangka baja aluminium dilengkapi dengan bahan tahan api.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bersama Menkes Nilla F Moeloek, Menko PMK Puan Maharani, Sabtu (22/04) lalu sudah mengecek fasilitas tenda baru yang akan digunakan jemaah haji asal  Indonesia di Arafah.

Menurut siaran pers Staf Teknis I Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori, seperti dikutip dari  www.kemenag.go.id, kunjungan beberapa menteri itu antara lain didampingi Dubes RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebril, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Konjen RI di Jeddah.

Tenda di Arafah itu berukuran 25 x 15 meter dengan daya tampung 250 jemaah. Ada juga tenda yang berukuran lebih kecil 10 x 15 meter karena menyesuaikan bidang tanah di Arafah. “Setiap tenda dilengkapi dengan pendingin AC baru sebanyak 6 unit dan 6 unit kipas angin besar yang dilengkapi dengan spray air (mitsfan),” ujar Dumyathi, Sabtu (22/04).

AC dan kipas angin memang sangat diperlukan karena suhu udara pada puncak haji 2017 diperkirakan sangat panas. Berdasarkan Rencana Perjalanan Ibadah Haji 2017 yang dirilis Kementerian Agama, puncak haji Wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah 1438H diperkirakan bertepatan dengan 31 Agustus 2017.

Fasilitas lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan toilet tingkat yang memadai. Bahkan, untuk menjamin pasokan listrik, setiap tenda akan dilengkapi satu genset. Fasilitas ini penting agar tidak terjadi gangguan dan berakibat fatal. Fasilitas yang jauh lebih baik ini diharapkan akan memberikan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia.

Peningkatan fasilitas karpet juga dilakukan di Muzdalifah yang akan digunakan jemaah untuk menjalani mabit. Dengan begitu, jemaah haji diharapkan dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina.

“Selama di Arafah, jamaah haji akan mendapatkan pelayanan makan sebanyak 4 kali. Sedangkan di Musdzlifah satu kali, dan di Mina sebanyak 11 kali,” kata Dumyathi.

Menag Lukman mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya maksimal dalam menyiapkan pelayanan haji 2017. Kepada calon jemaah haji, menag berpesan untuk terus mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan serta menyiapkan fisik dan mental.***(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru