Monday, July 22, 2024
Home > Berita > Banjir di Kota Bengkulu berangsur surut

Banjir di Kota Bengkulu berangsur surut

Bencana hidrometeorologi basah menerjang beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu, Minggu (6/2), sekitar pukul 07.30 WIB. (Foto: BPBD Kota Bengkulu)

Mimbar-Rakyat.com (Bengkulu) – Banjir yang sempat menggenangi 679 unit rumah di wilayah Kota Bengkulu berangsur surut. Bencana hidrometeorologi basah menerjang beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu itu terjadi pada Minggu pagi (6/2), mulai pukul 07.30 WIB.

Pantuan terkini yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu pada Senin (7/2), pukul 21.50 WIB, banjir berangsur surut. Peristiwa di wilayah ini terjadi setelah hujan lebat hingga debit air Sungai Bengkulu meluap.

Menurut laporan bnpb.go.id, sebanyak 679 KK yang tempat tinggalnya berada di sejumlah kelurahan di tiga kecamatan tergenang banjir, meskipun tidak ada laporan warga yang mengungsi.  BPBD setempat melaporkan kelurahan terdampak yaitu Kelurahan Bentiring dan Rawa Makmur di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan Sawah Lebar Baru di Kecamatan Ratu Agung, serta Kelurahan Sukamerindu, Tanjung Jaya dan Tanjung Agung di Sungai Serut.

Selain rumah tergenang, banjir juga berdampak pada fasilitas pendidikan 1 unit dan masjid 1 unit.

BPBD Kota Bengkulu bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, dinas terkait, PMI, Tagana dan warga berada di lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Meskipun belum ada warga yang mengungsi, BPBD telah menyiagakan tenda keluarga untuk mengantisipasi dampak banjir yang lebih buruk. Di samping itu, BPBD dan unsur pemerintah lain telah menyalurkan bantuan logistik makan dan minum.

Wilayah lain di Provinsi Bengkulu juga terdampak bencana hidrometeorologi basah berupa banjir dan tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah pada Minggu (6/2), pukul 06.00 WIB. Insiden berlangsung setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sehingga mengakibatkan debit air Sungai Bengkulu meluap.

Sejumlah desa terdampak banjir tersebar di 4 kecamatan, yaitu Desa Pulau Panggung, Jaya Karta dan Aba Terunjam di Kecamatan Talang Empat, Desa Pagar Dewa dan Kembang Ayun di Pondok Kelapo, Desa Genting di Bang Haji serta Desa Surau di Taba Penanjung.

Tercatat banjir ini berdampak pada 96 KK dan sejumlah rumah maupun fasilitas umum, antara lain 96 unit rumah dan 1 unit kantor desa. Di samping itu, banjir juga menyebabkan 1 unit rumah warga rusak ringan.

Peringatan dini cuaca dalam dua hari ke depan (8-9 Februari 2022) menyebutkan hujan dengan intensitas lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu. Menyikapi potensi tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir susulan.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru