Sunday, October 25, 2020
Home > Berita > Warga Ramai-ramai Menjual Emas, Pemilik Toko Kelimpungan, Dampak Isu (Hoax) Gulung Tikar

Warga Ramai-ramai Menjual Emas, Pemilik Toko Kelimpungan, Dampak Isu (Hoax) Gulung Tikar

Termakan isu (hoax), warga ramai-ramai jual emas ke toko. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Sukabumi) – Dua toko emas di Pasar Semi Modern Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa hari ini kelimpungan membeli perhiasan dari pelanggannya.

Pasalnya, konsumen toko emas Paris dan Singapura tersebut menjual perhiasan berbarengan alias ramai-ramai, karena panik mendengar isu (hoax) kedua toko itu bakal gulung tikar.

Pemilik Toko Emas Paris, Yanto Hanafi, Rabu (22/2) menjelaskan, kondisi aksi jual massal pelanggannya itu sudah terjadi sejak Jumat (17/2) lalu. Belakangan diketahui penyebabnya, para pelangganya panik begitu menerima kabar tokonya bangkrut.

Bukan hanya pemilik toko emas yang dirugikan, tapi juga pelanggan karena setiap kali menjual harus dipotong.

“Awalnya saya heran dengan adanya aksi penjualan massal perhiasan emas tersebut. Ternyata saya mengendus adanya oknum tak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan isu. Saya tak tahu motifnya apa. Tapi saya juga tak berpikiran ini merupakan persaingan bisnis,” jelasnya.

Toko Emas Paris maupun Singapura memang sudah cukup dikenal luas masyarakat. Pelanggannya banyak berasal di selatan Sukabumi hingga ke daerah perbatasan dengan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Saya sempat kelimpungan juga karena uang habis untuk membayar kembali emas yang dijual masyarakat. Bayangkan saja, uang yang keluar mencapai Rp 2-3 miliar per hari. Sementara mau ngambil di bank agak sulit,” katanya.

Selama empat hari, total perhiasan emas yang diterima tokonya mencapai sekitar 25 kilogram atau setara Rp 7 miliar. Yanto mengaku sudah meminta bantuan aparat kepolisian.

Kapolsek Pelabuhan Ratu Kompol Bambang Iswanto membenarkan terjadinya penjualan perhiasan emas massal ke toko emas di Pasar Semi Modern Pelabuhan Ratu. Informasi itu diperolehnya dari warga dan pemilik toko. “Ya, lagi kami selidiki penyebar isu,” katanya. (joh)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru