Friday, April 19, 2024
Home > Berita > Bahan bakar habis, Al-Shifa hentikan operasi dan berakibat bayi meninggal

Bahan bakar habis, Al-Shifa hentikan operasi dan berakibat bayi meninggal

Gambar menunjukkan pemandangan bagian luar rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 10 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan gerakan Hamas Palestina. (Foto: AFP/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Gaza Strip) –  Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa operasi di kompleks rumah sakit Al-Shifa, yang terbesar di daerah kantong Palestina, dihentikan pada hari Sabtu (12/11), setelah kehabisan bahan bakar.

“Akibatnya, satu bayi baru lahir meninggal di dalam inkubator, yang didalamnya terdapat 45 bayi,” Ashraf Al-Qidra. Demikian juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan kepada Reuters yan dikutip Arab News.

Militer Israel, yang menurut warga telah memerangi orang-orang bersenjata Hamas sepanjang malam di dan sekitar Kota Gaza di mana rumah sakit tersebut berada, tidak segera menanggapi permintaan komentar.“Situasinya lebih buruk dari yang bisa dibayangkan siapa pun. Kami terkepung di dalam Kompleks Medis Al-Shifa, dan pendudukan telah menargetkan sebagian besar bangunan di dalamnya,” kata Qidra melalui telepon.

Militer Israel mengatakan bahwa militan Hamas yang mengamuk di Israel selatan bulan lalu telah menempatkan pusat komando di bawah rumah sakit Shifa dan lainnya di Gaza, sehingga membuat mereka rentan untuk dianggap sebagai sasaran militer.

Hamas membantah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dan para pejabat kesehatan mengatakan semakin banyak serangan Israel di atau dekat rumah sakit yang membahayakan pasien, staf medis, dan ribuan pengungsi yang berlindung di dalam dan dekat gedung mereka.

“Pasukan pendudukan menembaki orang-orang yang bergerak di dalam kompleks, sehingga membatasi kemampuan kami untuk berpindah dari satu departemen ke departemen lainnya. Beberapa orang mencoba meninggalkan rumah sakit dan mereka ditembaki,” kata Qidra, seraya menambahkan bahwa tidak ada listrik dan tidak ada internet.

Badan bantuan Doctors Without Borders mengatakan pihaknya “sangat prihatin” terhadap keselamatan pasien dan staf medis di rumah sakit Al-Shifa.

“Selama beberapa jam terakhir, serangan terhadap Rumah Sakit Al-Shifa meningkat secara dramatis,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diposting online pada Sabtu pagi.

“Staf kami di rumah sakit telah melaporkan situasi bencana beberapa jam yang lalu.”

Maher Sharif, seorang perawat yang menuju ke rumah sakit Al-Shifa ketika serangan terjadi pada hari Jumat, menggambarkan bagaimana orang-orang menjatuhkan diri ke tanah.

“Saya melihat banyak mayat, termasuk perempuan dan anak-anak,” katanya, menurut pernyataan Doctors Without Borders.

“Pemandangannya sangat mengerikan.”

Hanane, warga Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa putrinya dirawat di Al-Shifa setelah terluka saat dia mengantri di luar toko roti. Dia “mulai gemetar” dengan setiap ledakan, katanya.

Banyak orang mengungsi di halaman rumah sakit. Wartawan AFP melihat orang-orang di tempat tidur berbaris di sepanjang koridor. Beberapa orang memasak makanan dengan kompor gas dan memakannya sambil duduk di lantai.

Dua puluh dari 36 rumah sakit di Gaza “tidak lagi berfungsi,” kata badan kemanusiaan PBB.

Israel membantah menargetkan rumah sakit dan tentaranya menuduh Hamas menggunakan fasilitas medis sebagai pusat komando dan tempat persembunyian, tuduhan yang dibantah oleh kelompok militan Palestina.

Namun, pasukan Israel akan “membunuh” militan Hamas jika mereka melihat mereka “menembak dari rumah sakit”, kata juru bicara militer Richard Hecht.

Pejuang Hamas menerobos perbatasan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 239 orang. Itu menurut angka terbaru Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pertempuran Israel telah menewaskan lebih dari 11.000 orang, sebagian besar warga sipil dan banyak dari mereka adalah anak-anak, angka yang tidak dapat diverifikasi secara independen.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga menyatakan keprihatinannya atas jumlah korban sipil.

“Terlalu banyak warga Palestina yang terbunuh,” katanya saat berkunjung ke New Delhi pada hari Jumat.***(edy)

Gambar menunjukkan pemandangan bagian luar rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 10 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan gerakan Hamas Palestina. (Foto: AFP/Arab News)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru