Tuesday, March 31, 2026
Home > Featured > Sajak Gerimis 1,  Puisi Hendry Ch Bangun

Sajak Gerimis 1,  Puisi Hendry Ch Bangun

Bertanya itu memperdalam luka

Diam saja di tepi jendela

Biar angin menerpa

Nikmati hening beku

Dan bergeraknya waktu

 

Kembali pada nurani

Balikkan tiap lembar catatan

Yang merekam jejak sekolah rakyat

Di tepi sawah

Kali kecil belakang rumah

Dingin rumah panggung dari kayu

Dan lapangan depan sekolah

Tempatmu bersenda gurau dengan latar gunung

Serta suara wak awung

 

Kau bukan sesiapa

Tapi pernah ada

Nama bergema

Di panggung penuh tepuk tangan

Mungkin silau

Sesekali lupa

 

Dan tetiba lampu redup

Tinggal sendiri di antara bangku

Betapa sunyi

Terlempar ditinggal tanpa tangis

Bahkan tanpa salam dan tatapan

 

Bertanya kian mengiris

Dan semua terasa sulit

Barangkali lebih baik bergerak saja

Biar waktu yang mencarikan jalan paling layak

Atau jembatan yang paling pantas.

***

Jakarta,  19012026.

 

Sajak Gerimis 2

 

Sedalam mana menyelam

Tak kutahu dasar

Seperti pantai berpasir putih

Atau palung Mariana

 

Tak ada marka

Atau jejak perintis jalan

Juga kurang bekal

Dunia bak panggung drama saja

Sepanjang  siang dan malam

Seperti Whoosh tanpa perhentian

 

Makin dalam makin sesak

Siapa tahan?

Bahkan kekasihNya  pernah bertanya

Apakah aku ditinggalkan

Saat duka di puncak

Teman sepermainan menghilang

Sumpah serapah menghujam

 

Siapa tahan

Ketika ujung begitu buram

Sempit menjepit sesak

Tak bisa gerak

 

Jangan salahkan aku berteriak

Dan memutuskan tali jembatan

Enough is enough

Lalu kuseret tubuh

Tak lagi mengeluh

 

Seberapa dalam ujung dan batasnya?

Bahkan sejumput tanda

Bisa jadi kabar baik

Ada cinta meski setitik

Supaya aku balik ke permukaan tadi.

***

Jakarta, 20012026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru