Bulan Diselimuti Awan
Puisi Djunaedi Tjunti Agus
Muram kehilangan cahaya
Hatipun terasa berkabut, suram
Pikiranpun melayang jauh
Berkeliling nusantara raya
Ke Sumatera dan Jawa
Aceh Sumut dan Sumbar berduka
Malang pun disiram hujan dan banjir
Bagai bulan diselimuti awan
Pikiran kusut terbawa emosi
Belum lagi rakyat keluar dari bencana
Pejabat sibuk membela diri
Merasa semua telah berjalan benar
Hantaman kayu gelondongan
Tumpahan air bah dikatakan wajar
Bukan karena kesalahan kebijakan
Bagai bulan diselimuti awan
Pikiran banyak orang jadi kusut
Pejabat menyalahkan alam
Masyarakat bergelut untuk kesalamatan
Perut yang lapar bukan hambatan
Hancurnya tempat tinggal bukan soal
Yang penting semua jiwa selamat
Air mata meleleh tak terasa
Orang-orang yang dicinta terus dicari
Tak hanya doa tetapi juga tindakan nyata
Hilir mudik mendaki dan menurun
Pakaian yang kusut tak masalah
Kaki yang melepuh bukan alasan
Meski banyak orang bagai tak peduli
Karena juga sibuk dengan derita
Kaki terus melangkah
Hatipun tak hentinya berharap
Bibir dan lidah terus melafalkan nama Allah
Berilah hambaMu ini harapan
Jangan pisahkan dengan orang-orang tercinta
Berilah kami secercah cahaya
Sisingkan kabut derita ini
Kembalikan pada kami sinar terang
Bulan diselimuti awan
Semoga segera terang kembali
Menyorotkan cahaya terang di malam sunyi
Membangkitkan rasa percaya diri
Untuk mengharungi kehidupan lebih baik
@5Des2025
