Di luar semua seakan siluet
Sesekali ada cahaya
Seolah kunang-kunang menggantung di latar altar
Sesekali melewati cahaya
Tak lama kemudian dilesati cahaya
Lewat dan lesat kemilau itu
Sesaat menyingkap siluet yang jalan
Ternyata pohon dan dedaunan seakan memagar jalan lurus.
Pekat tualang ini
Ketika cahaya kunang-kunang itu
Berjejer memanjang, jadilah bingkai lukisan
Ujung-ujung jemari menunjuk langit
Dari ruang kecil ini. tampak bulan mengendap
Di balik pecahan awan yang berkejaran
Muram dan keruh, mungkin vampir mau terbang turun
Menunggu bintik-bintik cahaya
Tapi bintang sembunyi
Ah..kembara ini
Terasa seram tapi tak tak suram
Rebahku terguncang terseok
Kiri kanan bahkan mundur tapi maju
Kami tiba di stasiun akhir
Tapi langkah tak pernah surut
Bergerak terus ke depan
Menuju stasiun-stasiun dalam diri dan hati masing-masing.
***
Sleeper bus, jakarta – wonosobo, 19052025.
