Thursday, October 29, 2020
Home > Berita > Penumpang naik KRL wajib pakai masker dan baju lengan panjang

Penumpang naik KRL wajib pakai masker dan baju lengan panjang

Ilustrasi - Penumpang KRL. (liputan6)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Para penumpang kereta rel listrik (KRL) atau commuter line, berdasar protokol tambahan transisi normal baru,  diwajibkan mengenakan masker dan memakai baju lengan panjang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyatakan, selain menggunakan masker, penumpang kereta KRL diwajibkan mengenakan pakaian lengan panjang, seperti jaket, untuk menurunkan risiko penularan covid-19 di atas kereta.

“Kebiasaan baru yang nanti kita awasi dan dilaksanakan untuk penumpang harus menggunakan masker, menggunakan lengan panjang. Ini hasil diskusi dengan para pakar, karena menggunakan lengan panjang menurunkan risiko penularan,” kata Zulfikri dalam diskusi daring di Jakarta.

Berdasarkan Surat Edaran Kemenhub No 14/2020, Pemerintah meningkatkan kapasitas kereta perkotaan atau commuter line menjadi 45 persen pada Fase 2 atau pembatasan bersyarat yang dijalankan sampai 30 Juni mendatang.

Saat di atas kereta, penumpang pun harus mengikuti tanda-tanda yang sudah disiapkan oleh pihak operator KRL, baik penumpang berdiri maupun yang duduk.

Selain itu, penumpang juga tidak diperkenankan berbicara langsung, termasuk melakukan panggilan via telepon genggam saat berada di atas kereta.

“Di dalam KRL ada protokol tambahan, tidak boleh berbicara di dalma kereta karena penularan yang begitu cepat akibat droplet,” kata Zulfikri, Sabtu.

Zulfikri mengatakan, pihaknya akan menambah jumlah petugas keamanan di dalam kereta untuk mendisiplinkan penumpang KRL.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator KRL akan menyediakan kounter atau loket penjualan masker, sehingga calon penumpang yang lupa membawa masker tetap bisa melakukan perjalanan.

PT KCI masih mengikuti aturan pembatasan jumlah penumpang sejumlah 35–40 persen atau sekitar 74 orang per kereta untuk menjaga jarak aman antar pengguna KRL.

“Setelah berkonsultasi dengan pemerintah dan demi memastikan terjaganya protokol kesehatan di dalam KRL Jabodetabek, untuk saat ini kami masih teruskan pembatasan kapasitas yang ada yaitu 35-40 persen atau sekitar 74 orang pada setiap kereta,” kata Direktur Utama PT KCI (KCI) Wiwik Widayanti.

Batasan kapasitas ini juga sudah bertambah dibandingkan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berjumlah 60 orang untuk setiap kereta.  (ant/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru