Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Ricardo Gelael Komentari Laga FIA WEC dan GP2

Ricardo Gelael Komentari Laga FIA WEC dan GP2

Ricardo Gelael memeluk pebalap Sean Gelael usai balapan di salah satu sirkuit. (mimbar-rakyat.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Ricardo Gelael menyatakan, keikutsertaan Sean Gelael dalam laga ketahanan mobil FIA World Endurance Championship (WEC) 2016 cukup baik untuk menambah pengalaman sekaligus sebagai pengisi kekosongan sebelum terjun di arena lomba GP2 mendatang.

“Karakter lomba ketahanan mobil yang menggunakan kendaraan LMP amat berbeda dengan GP2. Tapi laga LMP itu cukup bagus bagi Sean untuk mengisi kekosongan sebelum mengikuti laga terakhir GP2,” kata Ricardo ketika dihubungi MR.com, Senin.

Sean Gelael Sean mengikuti tiga seri terakhir FIA WEC, di Sirkuit Fuji Speedway Jepang, Shanghai Tiongkok, dan Sakhir Bahrain.

Di Jepang, Sean bersama pebalap Belanda Giedo Van der Garde dan pebalap Italia Antonio Giovinazzi finis di posisi keempat. Di Tiongkok, pencapaian Sean lebih bagus lagi saat bekerja sama dengan Antonio dan pebalap Inggris, Tom Blomqvist, finis kedua.

Pada balapan di Sakhir yang berakhir Minggu (20/11) dini hari WIB, Sean satu tim dengan Giedo dan pebalap Perancis Tom Dillmann. Meski sudah berjuang keras, tim finis di posisi kelima.

Ricardo menambahkan,  bila mengendarai mobil “single seater”, pengemudinya lebih intens dalam menyupir, sedangkan pada laga LMP lebih fokus pada strategi dalam balapan, sehingga si pebalap tidak mengemudi 100 persen.

“Balapan LMP bagus untuk belajar manajemen ban. Karakter mobil pun berbeda, tidak banyak down-forcenya dan cara mengemudi lebih mirip dengan F3,” kata mantan pereli mobil itu.

“Laga LMP juga merupakan lomba lebih ditekankan kepada keutuhan tim, karena melibatkan tiga pebalap. Pada laga di Bahrain, Giedo Van De Garde banyak melakukan kesalahan sehingga harus masuk pit-stop lebih cepat dari jadawalnya,” kata Ricardo.

“Jadi Sean tidak bisa mengemudi terlalu maksimum karena tetap menjaga ban dan pit-stop,” tambah ayah Sean Gelael dan pemilik tim Jagonya Ayam Indonesia itu.

Setelah menyelesaikan balapan ketahanan enam jam pada malam hari di Bahrain, Sean Gelael langsung fokus ke balapan GP2 di Sirkuit Yas Marina Abu Dhabi, yang berlangsung 25-27 November 2016. Sean akan turun bersama rekan setimnya di Pertamina Campos Racing, Mitch Evans

Setelah berlaga pada musim pertamanya (2016) di jenis lomba GP2, Sean Gelael menurut rencana akan tetap mengikuti laga itu untuk tahun kedua pada 2017,  namun belum dipastikan ia bernaung dalam tim apa.

Pada musim penuh pertamanya di GP2 tahun ini, Sean mengoleksi 24 poin. Pebalap berusia 20 tahun ini juga sudah mencicipi podium kedua pada balapan di sirkuit Red Bull Ring Austria.

Di Klasemen pebalap, Sean berada di peringkat 15, sudah melewati target yang dibebankan, karena ia ditargetkan untuk finis di posisi ke-15 dalam setiap balapannya.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru