Saturday, January 23, 2021
Home > Oleh Nuim Khaiyath

Bahasa menunjukkan bangsa, Oleh Nuim Khaiyath

(Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.- Batavia 28 Oktober 1928)   (No Standing Any Time). “Pusing!” Itulah barangkali tanggapan banyak orang Indonesia ketika harus bergelut setelah usia agak lanjut dengan bahasa Inggris, termasuk yang digunakan di Australia. “Malas ah!” adalah reaksi lainnya. Maksudnya malas mempelajari bahasa Inggris. Karenanya lebih baik keluar uang

Read More

Cuci tangan,   Oleh Nuim Khaiyath

Tidak mustahil pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan umat manusia ada juga hikmahnya. Barangkali salah satu di antaraya adalah kesadaran kita pada tangan dan betapa pentingnya alat tubuh yang satu atau dua ini. Sebagaimana dijelaskan dalam Wikipedia: Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan

Read More

Pengadilan Federal Australia:  Larangan Ekspor Sapi Hidup ke Indonesia Tidak Sah,  Oleh Nuim Khaiyath

Sekitar pertengahan tahun 2011, Badan Siaran Televisi Australia – ABC – dalam tayangan acara mingguannya yang sudah banyak dianugerahi berbagai penghargaan – FOUR CORNERS -  memperlihatkan hasil rekaman video tersembunyi di sejumlah rumah pemotongan hewan sapi di Indonesia. Pemirsa yang menonton acara tersebut sungguh gempar. Kekejaman yang dipraktekkan oleh petugas-petugas  penyembelihan sapi

Read More

Cara China Beri Peringatan Keras Kepada Yang Dianggap Menekannya    Oleh Nuim Khaiyath

Keputusan Cina untuk “membekukan” impor daging merah dari empat rumah pemotongan hewan di Australia, oleh sementara pengamat ditafsirkan sebagai peringatan keras, terutama kepada negara-negara lain yang sangat mengandalkan bantuan dan hubungan ekonomi dan perdagangannya dengan China, agar hati-hati dalam membuka mulut. Beberapa hari lalu, China memberitahu Australia tentang pembekuan dimaksud karena

Read More

“Musuh dari musuh saya adalah sekutu saya”   Oleh Nuim Khaiyath

MIMBAR-RAKYAT.com (Melbourne) - Pada waktu Indonesia, terutama melalui jasa-jasa baik Menko Luhut Pandjaitan, sedang gencar-gencarnya memajukan hubungan di berbagai bidang dengan salah satu raksasa dunia, China, sebaliknya Australia mencoba menjalin semacam kerja-sama strategis dengan mantan musuhnya, Vietnam. Sungguh tidak ada kesetiaan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Itulah sebabnya ketika akan melakukan

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru