Saturday, May 25, 2024
Home > Berita > Tim Pertamina Theodore Racing juara pertama di Belgia

Tim Pertamina Theodore Racing juara pertama di Belgia

Nyck de Vries (tengah) dari tim Tim Pertamina Theodore Racing ketika mengikuti jumpa pers usai memenangi laga Future F2 di Belgia GP, Sabtu waktu setempat. Laga F2 ini merupakan balap pendukung laga F1. (jagonya ayam)

MIMBAR-RAKYAT.com (Spa-Franchorchamps, Belgia) – Tim Pertamina Theodore Racing kembali meraih podium utama pada balapan Feature Formula 2 yang berlangsung di sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, Sabtu (25/8).

Tim, yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ini  finis terdepan lewat aksi gemilang pebalapnya, Nyck De Vries,, pada laga pendukung kejuaraan F1 itu.

Bagi De Vries ini merupakan kemenangan ketiganya musim ini. Hasil ini sekaligus membuka peluang untuk bersaing memperebutkan posisi puncak klasemen pebalap.

“Terima kasih kepada semua anggota tim yang menyiapkan mobil kompetitif. Hasil ini tentu akan semakin membuat kami semangat untuk mendapatkan hasil terbaik,” kata De Vries.

Dengan menjadi juara, De Vries berhak mendapat 25 poin.  Pebalap asal Belanda ini mendapat poin tambahan empat poin karena mampu meraih pole position. Selain itu, juga ada dua poin tambahan yang didapat De Vries karena membuat catatan waktu terbaik dalam satu putaran.

Dengan total tambahan 31 poin, maka koleksi poin De Vries menjadi 145 poin.

De Vries pun untuk sementara bertengger di posisi keempat, di bawah George Russell (186), Lando Norris (171), dan Alexander Albon (151). Tambahan poin ini juga mendongkrak posisi tim Pertamina Prema Theodore Racing ke posisi empat klasemen sementara tim.

Pada balapan Feature di Belgia ini, Russel finis ketiga, sementara Lando Norris finis keempat dan Albon kelima. Posisi runner up diambil pebalap asal Brasil, Sergio Sette Camara.

Manajer media Aswin Rizal Harahap melaporkan, balapan berlangsung dalam cuaca baik dan trek lintasan kering.

“Meski demikian sempat terjadi beberapa insiden, bahkan sampai membutuhkan mobil pemandu untuk pengamanan lintasan,” lapor Aswin.

Pebalap Indonesia, Sean Gelael, menyelesaikan balapan di urutan ke-16. Sean yang memulai balapan dari posisi ke-18 sebenarnya finis di urutan 14, namun penalti lima detik akibat melampaui batas kecepatan di pitlane membuatnya turun dua   posisi.

“Memulai balapan dari barisan belakang cukup sulit. Namun, kami terus berupaya meraih hasil terbaik. Sayang, target masuk sepuluh besar  belum berhasil. Mudah-mudahan pada balapan sprint hasilnya bisa lebih bagus,” kata Sean yang berjuang keras mengatasi masalah ban setelah bersenggolan dengan pebalap tim Campos Racing.  (ARH/ARL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru