Friday, January 22, 2021
Home > Berita > Tim gabungan identifikasi potensi longsor susulan Cihanjuang, 23 orang masih dinyatakan hilang

Tim gabungan identifikasi potensi longsor susulan Cihanjuang, 23 orang masih dinyatakan hilang

Tim Gabungan mekakukan identifikasi lokasi terdampak longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Foto: bnpb.go.id)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Mengantisipasi hujan dan longsor susulan, tim gabungan melakukan identifikasi lokasi terdampak di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Alasannya, hujan yang masih berpotensi terjadi, khususnya di puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021, memungkinkan terjadinya musibah susulan.

BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Sumedang melakukan kaji cepat rumah-rumah yang harus dikosongkan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membantu proses identifikasi potensi longsor susulan di lapangan.

Tim lainnya telah mengantisipasi lokasi genangan yang berpotensi memicu longsor di sekitar rumah warga. Warga yang rumahnya harus dikosongkan telah difasilitasi BPBD dengan mengaktifkan pos pengungsian. Sebagian warga mengungsi di SDS Fathimah Azzahra, sebagian lain berada di pos pengungsian yang berlokasi di lapangan Taman Burung, perumahan SBG, Pos pengungsian dilengkapi toilet portabel dan suplai air bersih.

Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melalui keterangan tertulisnya menyatakan, proses pencarian dan evakuasi korban meninggal dunia masih dilakukan tim gabungan. Tim Gabungan yang dipimpin oleh Basarnas berhasil mengevakuasi 16 orang hingga Selasa (12/1).

Lebih dari 500 personel gabungan melakukan pencarian dan evakuasi pascalongsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat yang terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Sebanyak 23 orang masih dinyatakan hilang. Sedangkan kerugian materiil, 14 rumah mengalama kerusakan dengan kategori rusak berat dan 1 tempat ibadah rusak sedang. BNPB telah membantu analisis kerusakan dengan foto udara dan berkoordinasi dengan BPBD setempat terkait dengan hasil kerusakan rumah.

Merespons situasi penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor sejak 9 – 29 Januari 2021.

Bupati Sumedang mengaktifkan pos komando dan secara fisik berada di SMA Negeri 1 Cimanggung, yang berada dekat dengan lokasi terdampak. Bupati Sumedang menunjuk sekretaris daerah sebagai komandan posko dalam penanganan darurat longsor Cihanjuang.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru