Thursday, May 06, 2021
Home > Global > Sindiran Akademisi Jepang Ini Menusuk Hati

Sindiran Akademisi Jepang Ini Menusuk Hati

bandung macet

Macet via bisnis.com

MIMBAR-RAKYAT.com (Bandung) Sindiran akademisi Jepang ini menusuk hati. Profesor  Toshio Obi dari  Waseda University berceritera, 47 tahun lalu ia menempuh jarak Jakarta- Bangung dalam 3, 5 jam. Kemarin ia menempuhj dua kota, bahkan lewat jalan tol, itu juga dengan 3,5 jam.

Sindiran ini disampaikan Toshio Obi pidato pembukaan Asia Africa Smart City Summit di Bandung sebagai  rangkaian kegiatan Perayaan Konferensi Asia Afrika ke-60.

“Jujur saya katakan,, ketika datang ke Bandung pada 1968/1969 jalan tol belum ada. Saya menggunakan mobil lewat jalan biasa, jalan masih sepi . Saat itu tidak ada jalan tol dan hanya sedkit lalu lintasnya. g. Kemarin saya menggunakan jalan tol, ternyata waktu tempuhnya sama yaitu 3 jam 30 menit,” kata Toshio Obi.

Sindiran akademisi Jepang ini menusuk hati. Tapi senyatanya benar sekali. Menurutnya akses waktu yang sama meskipun menggunakan jalan bebas hambatan tersebut rupanya dipicu oleh semakin banyaknya jumlah pengguna kendaraan mobil di Indonesia.

Sekali lagi Toshio benar. Bahkan mobil-mobil itu 90% adalah buatan Jepang. Disini sindiaran itu menjadi kecurigaan. Ada unsur bisnis yang masuk. Karena Toshio Obi berharap Indonesia khususnya Jakarta-Bandung dapat menikmati fasilitas transportasi kereta cepat dengan waktu tempuh 30 menit untuk mengatasi mobilitas yang terjadi seperti apa yang di harapkan, karena Bandung merupakan kota indah dan terkenal di Asia Afrika.

Mengapa mesti curiga ? Sebab Jepang adalah salah satu yang menawarkan teknologinyua untuk merealisasikan kereta super cepat ini.

Seberapa pentingkah?

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, KA supercepat vukan prioritas pemerintah Jokowi. Proyek KA supercepat tak akan menggunakan uang sepeserpun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Proyek tersebut diserahkan kepada pihak swasta. Jepang, sebagai salah satu pihak yang tertarik menggarap proyek itu telah menyelesaikan studi kelayakan. Sementara studi kelayakan dari China, diperkirakan selesai akhir 2015

Wacana kereta api supercepat “Shinkansen”  rute Jakarta-Bandung pergi pulang (PP) rupanya bak perawan cantik. Dua negara, Jepang dan China terkesan berebut mewujudkan hal tersebut.

Diam-diam kedua negara Asia timur itu sudah menandatangai MoU tentang  proyek dengan Indonesia.

Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik J Rachbini, memandang secara prinsip proyek transportasi sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk proyek KA supercepat itu. 

“Dulu Jakarta – Bandung lewat Tol Cipularang awal-awal dua jam, sekarang bisa empat bahkan lima jam kalau macet parah. Nah jadi kereta api ini alternatif bagus,” kata Didik di Jakarta. (ais)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru