Thursday, October 22, 2020
Home > Olahraga > Sean Satu Langkah Lagi Dapat Poin di Nurburgring

Sean Satu Langkah Lagi Dapat Poin di Nurburgring

MIMBAR-RAKYAT.com (Nurburgring) – Sean Gelael butuh satu langkah lagi untuk mendapatkan poin pada perlombaan dramatis Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa yang berlangsung di Nurbung, Jerman, Minggu waktu setempat.

Sean yang menggenjot Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Volkswagen berada pada urutan ke-11 race terakhir yang ketiga, terpaut hanya satu tingkat dari posisi pebalap yang mendapatkan poin, setelah berjuang keras untuk mendapatkan posisi keenam.

Ini merupakan hasil terbaiknya di Nurburgring, karena pada Race 1 dan 2 ia mendapat kesulitan besar. Pebalap berusia 17 tahun itu melaju dari posisi gerak awal (start) ke-13 pada lintasan licin dan sempat menyodok ke urutan kesembilan. Tapi ia melaju di luar batas limit di pit ketika melakukukan pemanasan penentuan posisi grid, sehingga ia dikenai penalti.

Sean kembali berjuang dari urutan 23 dan finis di tangga ke-16, setelah berusaha kerasa adu kecepatan untuk melewati pebalap Australia Spike Goddard dan Roy Nissany dari Isreal pada putaran akhir, kendati ia terpaut tipis dengan Nissany.

“Kami amat cepat pada pertengahan lomba dan pada sektor akhir kualifikasi,” kata Sean dalam surat elektronik pada media Senin, “Tapi berjuang keras pada sektor pertama. Saya yakin kami dapat melaju kencang dalam lomba itu tapi penalti menghancurkan harapan saya, kendati saya dapat melewati banyak kendaraan di depan saya.”

Ketika lintasan kering, pada Race 2, Sean melaju dari urutan 17 dan race Race 3 dari urutan 16. “Hasil sesi ini bukan yang saya harapkan, saya terlalu berhati-hati,” kata Sean.

Pada Race 2 ia maju ke posisi ke-14 setelah melewati beberapa pesaingnya, termasuk ketika secara dramatis menyalib pebalap Belanda Dennis van de Laar, kemudian mencoba mengejar mobil di depannya untuk menguber posisi 10. Tapi ia keluar jalur dan menabrak tumpukan ban pengaman lintasan ketika mengejar Nissany.

Dengan menakjubkan, Sean melanjutkan lomba dan naik ke urutan 14 sebelum melintir dan turun lagi ke posisi 17. Ia ngebut lagi mengejar lawannya dan kembali bercokol di tangga ke-14, tapi sayap depannya bersenggolan dengan pebalap Puerto Rico Felix Serralles, sehingga ia berhenti.
“Perlombaan ini amat ketat dan berlangsung amat agresif,” kata Sean “Lomba menyibukkan dan rasanya berantakan.”

Pada lomba terakhir, Sean melaju dari urutan ke-16 ke posisi ke-12 pada dua putaran awal, kemudian melewati Goddard dan naik ke tangga ke-11. Ia bekerja amat keras, tapi sudah tidak dapat mengejar pebalap Belanda Jules Szymkowiak dan gagal membidik poin yang ditargetkannya.

“Kami tidak sebagus seperti sebelumnya dalam hal pengereman,” kata Sean, “Saya seharusnya melewati Jules tapi ia menutup jalur dalam lintasan. Saya seperti terkunci dan harus melebar. Semua peserta berjuang keras untu mendapatkan jalur terbuka.”

“Rasanya amat payah, karena ketika sudah mendekat dengan lawan di depan, kita kehilangan daya ‘downforce’ dan ‘understeer’. Saya juga tidak dapat memanfaatkan kecepatan pada lintasan lurus karena kami berada dalam satu grup besar dan setiap pebalap mengalami ‘slipstreaming’, yang menetralkan kecepatan dan peluang,” tambah pebalap muda yang akhir tahun ini mulai kuliah di Inggris.

Tapi secara keseluruhan, tim Jagonya Ayam with Carlin membukukan kemenangan akurat. Antonio Giovinazzi meraih kemenangan kedua musim ini dan berada di urutan ketiga, sedangkan Tom Blomqvist dua kali urutan kedua dan terakhir kelima, setelah mendapatkan dua posisi pole. 

Para pebalap akan menjalani istirarat panjang dan bertemi Imola, Italia,ada 11-12 Oktober mendatang. (KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru