Wednesday, November 25, 2020
Home > Politik > Polri Gelar Empat Lapis Pengamanan KPU Saat Penetapan Pemenang

Polri Gelar Empat Lapis Pengamanan KPU Saat Penetapan Pemenang

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Pengamanan ketat diterapkan Kepolisian Republik Indonesia saat penetapan pemenang Pemilihan Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2014).

Kapolri Jendral Polisi Sutarman menjelaskan, Selasa besok, tidak boleh sembarangan orang bebas masuk ke KPU tanpa dilengkapi dengan kartu identintas yang disiapkan KPU.

Kemudian, untuk mengantisipasi adanya pengerahan massa menuju KPU, Kapolri menerapkan empat lapis pengamanan.

“Ada empat ring pengamanan di KPU. Ring pertama di dalam gedung, ring kedua di halaman KPU, ring ketiga di jalan depan KPU dan ring ke 4 di titik-titik radius 50 meter dari KPU, hingga ke HI dan Taman Suropati,” tutur Sutarman di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/7/2014).

Senin kemarin, sehari sebelum  pengumuman Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, keamanan Gedung KPU lebih diperketat.

Satuan kepolisian dari Polda Metro Jaya diterjunkan untuk memastikan rapat pleno perhitungan suara di gedung lembaga pemerintahan ini bisa berjalan aman dan lancar.

Jumlahnya bertambah lebih banyak kalau sebelumnya hanya sebanyak 615, kini diterjunkan 757 petugas gabungan dari Brimob, Reserse, dan Intel.

Beberapa mobil dari kepolisian tyerlihta sudah terparkir di sekitar depan gedung KPU. Terlihat satu mobil barakuda yang terparkir di dalam halaman.

Pengamanan itu juga sekaligus bersiaga dan mengantisipasi bila ada gerakan massa yang mendatangi Gedung KPUSiang kemarin sekelompok aksi demonstrasi terlihat di depan gedung ini.

Stop Turun Ke Jalan

PDI Perjuangan menginstruksikan para pendukungnya tidak turun ke jalan pada saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional. Selain itu, para pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pun disarankan tidak menggunakan atribut partai.

“Di internal kami sudah instruksikan agar pendukung tidak turun ke jalan. Mereka (pendukung) disarankan besok tidak pakai simbol-simbol partai,” kata Pramono Anung, politisi senior PDI Perjuangan di gedung DPR, Senin (21/7/2014).

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI itu menuturkan, jika kemudian pasangan Jokowi-JK diputuskan sebagai pemenang Pilpres, maka pihaknya tidak akan melakukan perayaan yang berlebihan. Menurutnya, pihaknya hanya akan menggelar syukuran sebagai tanda terima kasih kepada rakyat Indonesia.

“Kaalau kita diumumkan menjadi pemenang (Pilpres), kita tidak akan ada perayaan yang berlebihan. Kita hanya akan syukuran,” tuturnya. (Ais)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru