Tuesday, January 19, 2021
Home > Berita > Perusahaan Qatar Akan Bangun Hotel Syariah di Lombok

Perusahaan Qatar Akan Bangun Hotel Syariah di Lombok

Wakil Ketua DPR, Dr Agus Hermanto melakukan pertemuan dengan Vice Chairman dan Managing Director Retaj Group Dr. Mohammed Bin Johar Said Al Mohammed beserta anggota Retaj Group Management. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Retaj Grup, perusahaan swasta asal Qatar bergerak di sektor properti dan perhotelan, berminat membangun hotel syariah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut terungkap ketika  Wakil Ketua DPR, Dr Agus Hermanto melakukan pertemuan dengan Vice Chairman dan Managing Director Retaj Group Dr. Mohammed Bin Johar Said Al Mohammed beserta anggota Retaj Group Management.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat,  Dr. Johar Al Mohammed menyampaikan rencana Retaj Group untuk melakukan investasi di Indonesia khususnya yang berkaitan hotel dan jasa perhotelan.

Terkait dengan investasi tersebut, Dr Johar meminta bantuan dan saran dari DPR dalam rangka ekspansi investasi di Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Johar menyampaikan bahwa Retaj Group mengoperasikan sepuluh hotel di Qatar, Turki, Komoros, dan Arab Saudi.

Perusahaan dibangun di Doha pada 2004 ini mengoperasikan hotel berdasarkan ajaran Islam, yakni melarang minuman beralkohol dan merokok di hotel-hotel mereka.

Retaj Group mengklaim hotel-hotelnya sebagai hotel islami.  Sehubungan dengan rencana ini, Johar mengharapkan dukungan dari  DPR agar upaya tersebut segera terealisasi.

Agus Hermanto menyambut baik rencana investasi Retaj Group.

Disampaikan pula mengenai potensi ekonomi Indonesia  yang menduduki peringkat ke-16 di dunia.  “Melihat potensi  Indonesia dengan 250 juta penduduk dan pesatnya peningkatan jumlah kelas menengah juga bagian dari pasar bagi 600 juta yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ungkap Agus.

Selain itu, Agus memaparkan pula kebijakan pemerintah yang memberlakukan pelayanan izin satu pintu dan menjamin adanya kepastian hukum dan kesiapan infrastruktur  guna memudahkan investasi asing masuk ke Indonesia.

Duta Besar Indonesia ke Qatar, Muhammad Basri Sidehabi  menyambut baik upaya  investasi Retaj Group khususnya menjelang rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir 2017.

Dubes yang mantan anggota DPR itu memaparkan pula bahwa Qatar aktif dalam melakukan investasi yang mencakup berbagai sektor antara lain telekomunikasi, bank,  pertambangan dan pembangkit listrik.

Ditambahkan  BUMN Qatar, Nebras Power telah membeli saham PT Paiton Energy senilai USD 1,3 Miliar pada akhir Desember 2016.

Selain itu, Nebras Power  juga akan membangun pembangkit listrik di Belawan, Sumatra Utara  senilai senilai USD 750 juta. Dubes Basri menyampaikan pula prediksi Global Konsultasi McKinsey, ekonomi Indonesia akan meningkat hingga  USD  1,8  Triliun pada 2030.

Salah satu anggota DPR, Muklisin menyampaikan agar Indonesia memanfaatkan potensi Qatar.

“Sebagai negara kaya, potensi Qatar harus dimaksimalkan untuk investasi,” ujar  politisi asal PPP ini.  Menurut Chief Executive Officer Retaj, Hassan Ahdab, potensi hotel Retaj sangat menguntungkan.  “Occupancy rate almost 100%” imbuhnya.

Menurut Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan,  dipilihnya Lombok karena dianggap memiliki potensi wisata sangat bagus. Ditambahkannya bahwa kunjungan delegasi DPR ke Qatar selain melakukan diplomasi parlemen juga promosi investasi.

DPR juga bertemu Dirut Ooreedoo International Group guna membahas pengembangan investasi di Indonesia.  (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru