Ujung jariku
Lentik jemarimu
Bersentuhan di pertemuan pasir basah
dan lidah gelombang
Ada daun kuning yang jatuh
Ada lokan yang telah rapuh
Menjadi penghias rindu
Percakapan yang bisu
Dulu ini pantai kita
Dengan banyak istana
Kini jadi sekadar gambar sempurna
Mimpi yang gagal menjadi nyata
***
Anyer, september 25.
Pantai Anyer 5 , Puisi Hendry CH Bangun

Kulambaikan tangan pada kelomang dan kerang
Pada siput dan karang
Lalu berjalan menjauhi pasir
Setengah berbisik
Mungkin aku tak kembali
Karena aku kecewa pada ombak
Yang berdusta soal desir angin
Kasih gadis di ufuk langit
Kutitipkan bayang-bayang kemarin petang
Di bangku kolam renang dekat taman
Dan sejumlah keluh kesah
Yang pasti tidak juga akan kau pikirkan
Sebab kita sudah dipisahkan waktu
Seperti semestinya
Tak ada jabat tangan
Apalagi kecup penanda selamat jalan.
***
Pantai anyer, September 25.
Pantai Anyer 6, Puisi Hendry CH Bangun
Sembab September telah berlalu
Seperti kapal yang melintas di selat itu
Masih ada alur gelombang di belakang perahu
Sekadar penanda cerita masa lalu
Mungkin kelam
Bisa jadi kejam
Hidup bukan keluh kesah pelajar sekolah
Tapi alam belajar dari kesalahan
Dari percaya berlebihan
Pada janji dan angan-angan
Ada banyak hari di depan
Ada seribu kesempatan
Sejuta peluang untuk menang
Seperti pasir membentang untuk kau gunakan membangun istana keberhasilan.
***
Pantai anyer, September 2025.
