Tuesday, June 18, 2024
Home > Berita > Paling dibutuhkan di Le Mans: Karakter dan Disiplin

Paling dibutuhkan di Le Mans: Karakter dan Disiplin

Le Mans 24 Jam berlaangsung Juni mendatang, diikuti Sean Gelael. (mr)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Mengapa kekuatan atau kebugaran fisik amat diperlukan di Le Mans? Ada kaitannya dengan karakter dan disiplin. Gerry Convy dari Cadillac mengungkapkan alasannya.

Kebugaran fisik sebenarnya dibutuhkan bukan hanya di Le Mans saja, melainkan dalam olahraga apa pun, termasuk otomotif secara umum.

Nah, Gerry Convy selama ini sudah bekerja di bidangnya dengan baik, termasuk dengan Juan-Pablo Montoya, Paul di Resta, Fernando Alonso, Stoffel Vandoorne and Nyck de Vries dan menyatakan salah satu yang penting untuk mendapatkan ketahanan fisik adalah sikap disiplin.

Ia membantu para juara menjadi juara dan tetap sebagai juara.

Apa yang dilakukannya? Convy sudah melatih para atlet baik secara fisik mau pun secara mental dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, khususnya di dunia olahraga otomotif.

Untuk tahun 2023, dilansir laman fiawec.com, Convy terlibat dalam Cadillac Racing team, bukan hanya sebagai pelatih penampilan sebagai salah satu pilar tim yang membentuk Cadillac ke tangga internasional di Hyper car, untuk pertama kalinya.

Jadi, dari mana mengawali hal esensial dalam membentuk tim tangguh selama sembilan bulan belakangan ini?

Karakter

“Hal paling utama atau pertama adalah menyangkut karakter. Anda harus mendapatkan orang yang benar di tempat yang tepat,” jelas Convy.

“Dalam perjalanan hidup pasti salah satu karakter yang buruk. Kendati karakter baik seseorang sudah terbentuk, tapi itu bisa rusak akibat adanya karakter buruk tadi. Jadi amat vital untuk menemukan dan membentuk karakter yang baik. Karena kami tim baru, kami tidak memiliki pra-musim untuk melakukan semua hal itu. Itu hal ideal dan itulah perjalanan hidup,” tuturnya.

Jalan pikiran Convy sejalan dengan visi Team Principal Stephen Mitas untuk timnya. Ia mengatakan, “hal terpenting bagi saya, saya harus terlibat dalam merekrut para mekanik.”

“Jadi kita dapat menasihati orang baik yang ada dalam tim Anda..membagi berebagai hal dengan Team Principal, yang akan mendengarkan pendapat saya dan kami berbicara dengan semua anggota tim.

Disiplin anggota tim

Convy mengetahui dan memiliki pengalaman tentang membangun karakter tadi dan ia memberi nasihat untuk melakukannya secara keseluruhan untuk anggota tim.

“Kami memahami kami harus membangun karakter yang baik. Kami harus menyatukan karakter yang benar dalam tim yang berdatangan dari berbagai tempat dan negara, dengan kultur yang berbeda dan kekuatan yang berbeda,” katanya.

“Karena unsur personal dalam tim dari berbagai tempat berbeda itu, maka kami harus yakin menyatukan karakter yang baik. Saya selama ini memiliki pekerja dari berbagai tempat dan negara dalam tim kami. Misalnya, tidak semua orang Inggris, tidak semua orang Jerman,” ungkapnya.

“Mereka semua harus mengeluarkan kekuatan mereka tapi mereka semua memiliki kemampuan terbatas. Nah, bila semua kekuatan kultur berbeda itu disatukan akan didapat kemampuan dan kekuatan yang hebat.

Yang pasti, Mitas dan Convy menginginkan tim mereka kuat dan bergerak (mobil) . Itu hal pertama yang mereka inginkan, sedangkan persiapan fisik dan mental berjalan dan berkembang sesuai projek yang mereka lakukan.

“Mereka harus sadar membangun dirinya sendiri dan secara mental mereka menjalankannya,” kata Convy.

 

“Le Mans sekarang harus dihadapi dengan tangkas, karena ini tak ubahnya sebagai rangkaian dari lari jarak pendek atau sprints, dan ini lebih dari 24 jam, ini sebenarnya 40 jam, karena Anda harus bersiap jauh hari menjelang akhir minggu.  Jadi harus siap menghadapinya seolah memberi nutrisi yang tepat untuk semua pelakunya.

Convy menambahkan, “Terus bergerak, karena Anda tidak tahu kapan misalnya harus masuk emerjensi pitstop, jadi harus siap setiap saat. Mereka bukan atlet tetapi mereka harus memiliki sikap atlet dalam pikiran mereka.  Ini yang tetap saya usahakan pada mereka. Mereka harus tetap berpikir dan bertindak seolah atlet dalam pikiran mereka.”

Membenahi atau menanamkan semacam aplikasi jiwa atlet ini lah yang amat dinikmati Convy.

Ini pasti terasa krusial apalagi dalam situasi tekanan tinggi seperti yang dialami semua orang di Le Mans, terlebih acara tahun ini – merayakan hari jadinya yang ke-100 yang amat legendaris.

Apa sebenarnya yang ingin disampaikan Convy kira-kira seperti ini: yang paling dibutuhkan seorang pebalap adalah sikap disiplin dan memiliki karakter seperti seorang atlet sejati. Tidak hanya pebelapnya, tapi juga semua orang yang di sekitarnya.

Karena kebugaran fisik berasal dari kekuatan disiplin! (fiawec/ar loebis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru