Tuesday, March 31, 2026
Home > Cerita > Cerita Khas > Menunggu Sean tampil di Nurburgring dan COTA  Amerika, Catatan A.R. Loebis

Menunggu Sean tampil di Nurburgring dan COTA  Amerika, Catatan A.R. Loebis

Ungkapan “Kami berjanji akan tampil lebih baik di Nurburgring” dan “ Kami menginginkan podium di COTA”, merupakan niat dan keinginan besar untuk tampil lebih baik di dua jenis balapan yang akan diikuti Sean Gelael pada laga mendatang.

Ungkapan pertama dinyatakan tim Paradine Competition 991 melalui siaran resmi di laman mereka usai laga GT World Challenge Europe (GTWCE) – Endurance Cup di 24H of Spa di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, 28 Juni 2025. Sean dan timnya berhenti karena mobil mengalami kerusakan di sana-sini.

Komentar kedua, dinyatakan tim United Autosport 95 usai berlaga di putaran kelima kejuaraan FIA WEC 2025 di Sirkuit Interlagos, Brazil, 13 Juli 2025.

Sean Gelael memberi komentar apa yang terjadi pada laga GTWE sehingga mereka berhenti, sekitar enam jam menjelang finis.

“Mobil sudah rusak parah. Leher ban membuat rem terbakar, setelah itu merusak semua area di bagian kiri depan,” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo.

Apa komentar Sean setelah usai laga FIA WEC di Interlagos?

“Boleh dibilang race kali ini seperti bencana. Ada ban bocor, terus kena drive thru. Pelanggaran teknis, terus penalti berhenti 5 detik,” kata Sean Gelael, menggambarkan betapa beratnya lomba yang mereka Jalani.

Betapa mendebarkan dua laga yang diikuti Sean Gelael itu, dapat kita ikuti dari berita yang dilansir media di bawah ini:

Lagi Enak di P1 Malah Ditabrak, Setelah Itu Drama Tak Kunjung Habis

Strategi tim Paradine Competition 991 sejak awal tereksekusi dengan baik. Start dari posisi 2 (P2) diserahkan kepada pebalap Silver, Toby Sowery untuk mencari P1 dan membuka jarak. Setelah itu lomba panjang berdurasi 24 Jam bisa dirancang fleksibel sesuai kondisi di trek.

Begitu start, Toby tak memaksa mengejar Max Hofer yang start dari P1 untuk tim Tresor Attempto 66. Toby yang mengendarai BMW M4 hanya menjaga jarak dengan Max yang menggeber Audi. Namun begitu periode pit stop, tim ambil keuntungan. 

Rencana awal mengganti pebalap dari Toby ke Darren Leung diubah, menjadi

tetap Toby. Dan itu menempatkan Paradine memimpin lomba 24 Hours of

Spa kelas Bronze Cup yang start digelar dari Sabtu (28/6) hingga finis Minggu.

Tim Paradine berada di P1 dengan keunggulan nyaman. Namun petaka awal datang. Pada chicane terakhir, Toby dihantam dari belakang. Bukan hanya melintir dan kehilangan posisi lomba, menjadi P14, namun mobil BMW GT3 itu juga mengalami kerusakan diffuser yang menyebabkan laju tidak stabil dan optimal setelahnya.

Ketika kemudi pindah ke Darren, masalah lain datang. Di Tikungan Les Combes dia ditabrak oleh Rolf Ineichen (tim Herbert Motorsport 92) yang mengendarai Porsche. Lagi, selain posisi lomba tambah turun mobil pun kian rusak. Tim Herbert Motorsport 92 kena penalti drive through akibat insiden tersebut.

Jake Dennis dan Sean Gelael berbagi tugas berat setelah dua drama tersebut. Posisi lomba membaik, walau mobil tak prima. Bahkan ketika di tangan Sean, dia sedang memburu P10 dan lebih cepat 1-2 detik dari Jef Machiels (AF Corse 52).

Ketika dalam proses siap menyusul itu Sean malah kebagian petaka di trek saat race sudah masuk ke malam hari. Pemandangan awal adalah ban kiri depannya hilang dan rem terbakar.  Hebatnya, Sean mampu mempertahankan diri bersama mobilnya yang sudah rusak parah itu untuk kembali ke garasi dengan selamat.  

Sean Gelael DKK saat tampil di kejuaraan GT Dunia Eropa.(jagonya ayam)

Bahkan, momen ketika Sean berhenti di chicane sebelum masuk pit diacungi jempol karena itu tidak menyebabkan balapan terganggu dan dia pun bisa masuk ke pit dan juga garasi dengan baik, walau area ban kiri depan masih terbakar.

Mobil diperbaiki lama, hingga akhirnya bisa dipakai lagi untuk balapan. Kerja keras tim mekanik dan teknisi Paradine Competition 991 mampu membuat Toby kembali ke trek walau sudah ketinggalan

belasan lap. Namun saat itu balapan masih panjang, masih sekitar 15 jam. Toby, Sean, Darren, dan Jake mencoba fight untuk mencari hasil finis terbaik dengan mobil yang sudah seadanya.

Namun akhirnya kondisi mengharuskan mereka berhenti balapan pada sekitar enam jam menjelang finis. Mobil sudah rusak parah. “Laher ban membuat rem terbakar, setelah itu merusak semua area di bagian kiri depan,” ujar Sean. 

“Mobil 991 terpaksa berhenti dari balapan karena kerusakan di sana-sini. Namun para pebalap dan kru kami bekerja luar biasa untuk mengatasi keadaan. Kami berjanji akan tampil lebih baik untuk 24H of Spa tahun depan,” demikian pernyataan resmi tim Paradine Competition dalam media sosial mereka.

24H of Spa di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia itu dimenangkan oleh Gresser Racing Team 63 (Lamborghini), sementara untuk kelas Bronze Cup tim Kessel Racing 74 (Ferrari) finis terdepan.

Putaran berikut GT World Challenge Europe (GTWCE) – Endurance Cup adalah di Nurburgring, Jerman, pada 29-31 Agustus 2025. (mr)   

Di bawah ini berita ketika tampil di FIA WEC Interlagos, Brazil:   

Dua Penalti Buyarkan Harapan Meraih Hasil Bagus 

Awal yang begitu baik mesti diakhiri dengan hanya membawa pulang dua poin. Perjalanan tim United Autosports 95 pada race 6 Hours of Sao Paulo sangat jauh dari harapan berkat potensi yang mereka miliki untuk putaran lima FIA WEC 2025 di Sirkuit Interlagos, Brasil pada 13/7/25.

Darren Leung yang menjadi pebalap pertama melakukan manuver bagus ketika start dari P5 dia bisa menyodok ke P2. Walau kemudian sempat turun, tapi dia lama ada di P5 dan posisinya tak lebih dari 12 detik dengan P1.

Sayangnya ada dua problem yang mesti dialami oleh Leung setelah pit stop. Selain posisinya melorot, pebalap Inggris ini pun mesti menerima kenyataan ban yang digunakannya memiliki tekanan rendah selama sembilan lap, pada lap 47 hingga 55. 

Akibatnya, penalti mesti diterima oleh tim United Autosports 95. Dan karena jatah menyetir Leung sudah habis penalti tersebut dijalankan oleh pebalap berikut, Sean Gelael.

Sean menjalani drive through penalty itu pada stint pertamanya. Saat itu posisi lomba sudah jauh dari ideal, ada pada P9 hingga P11. Walau Sean sempat fight untuk merebut posisi, di antaranya menyusul Yasser Shahin, namun secara keseluruhan kondisi sudah tak menguntungkan untuk bertarung di papan atas kelas LMGT3.  

Mobil McLaren Autosport yang dikeber Sean DKK di Spa Franchorchamp enam Jam, 2025. (jagonya ayam)

Bahkan karena terpancing untuk merebut posisi dari beberapa pebalap, Sean dan tim United Autosports 95 sempat terkena peringatan karena menggunakan power mobil yang melebihi batas ketentuan.

Ketika Marino Sato mengambil alih kendali lomba dari tangan Sean, posisi juga tak beranjak jauh. Keunggula ban yang dimiliki pebalap Jepang tersebut hanya sempat menaikkan posisi hingga ke Top 5.

Akan tetapi Sato pun melakukan hal sama seperti Sean, menggunakan power mobil yang lebih dari ketentuan. Dan karena Sean hanya diberi peringatan karena pelanggaran pertama, Sato terkena penalti berhenti di pit selama lima detik. Tentu saja posisi lomba pun kembali melorot. Finis di posisi sembilan adalah hasil terbaik yang bisa diraih oleh Sean, Sato, dan Darren.

“Boleh dibilang race kali ini seperti bencana. Ada ban bocor, terus kena drive thru. Pelanggaran teknis, terus penalti berhenti 5 detik,” kata Sean Gelael, Brand Ambassador Pertamax Turbo.

“Dua mobil McLaren bisa masuk 10 Besar hari ini, tapi kami masih menginginkan podium. COTA, kami siap untuk itu,” demikian pernyataan tim United Autosports dalam akun media sosial mereka. Mobil United Autosports satu lagi, nomor 59, finis di P8.

Kelas LMGT3 jadi milik Akkodis ASP Team 87 (Lexus), disusul tim TF Sport 81 (Corvette) dan Racing Spirit of Leman 10 (Aston Martin) untuk melengkapi podium. Sementara itu kelas Hypercar dikuasai oleh tim Cadillac, karena mereka finis 1-2. Cadillac Hertz Team JOTA 12 unggul atas mobil nomor sama nomor 38. Porsche Penske 5 melengkapi podium.

Putaran enam FIA WEC 2025 digelar di Circuit of The Americas (COTA) di Austin, Amerika Serikat pada 7 September 2025. (mr)

Semoga Sean Gelael dan timnya tampil lebih baik dan berjaya pada laga mendatang. (arl)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru