Thursday, December 01, 2022
Home > Berita > KTT G20 Beri Manfaat Ekonomi Bagi Pelaku Pariwisata di Bali

KTT G20 Beri Manfaat Ekonomi Bagi Pelaku Pariwisata di Bali

Salah satu sisi Bali. (Foto: mimbar-rakyat.com)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Semangat gotong royong berbagai pihak dalam menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, baik pemerintah maupun swasta memberi manfaat besar terhadap peningkatan perekonomian di Bali. KTT G20 memberi manfaat ekonomi, antara lain meningkatnya tingkat hunian hotel-hotel.

Demikian diungkap Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana dalam jumpa pers bertajuk Gotong Royong Sektor Privat yang berlangsung secara daring, Jumat (28/10).

“KTT G20 memberi manfaat ekonomi satu setengah hingga dua kali lebih besar secara agregat dibandingkan dengan penyelenggaraan acara Annual Meeting IMF World Bank di Bali pada 2018,” ujarnya, seperti dikutip dari kemenparekraf.go.id.

Dikatakannya, salah satu contoh dampak positif dari banyak kegiatan menjelang KTT adalah meningkatnya tingkat hunian hotel-hotel di kawasan pelaksanaan kegiatan dan sekitarnya. Sebelum KTT G20 digelar, tingkat hunian meningkat signifikan hingga 45,96 persen.

Bahkan dirinya optimis selama penyelenggaran nanti, angka tersebut akan terus bertambah, tidak hanya hotel yang berada di sekitar lokasi, tapi juga hingga di luar lokasi penyelenggaraan.

“Secara logistik, ada limpahan dari acara di Nusa Dua. Dengan tertutupnya kawasan ini karena dipakai untuk G20 maka wisatawan yang seharusnya menginap di Nusa Dua, akan pindah ke tempat lain, seperti Ubud dan Sanur. Limpahan ini yang menguntungkan sektor pariwisata,” jelasnya.

Selain sisi ekonomi, tambahnya, Bali juga mendapatkan manfaat infrastruktur. Pemerintah pusat telah menghabiskan dana untuk mempercantik kawasan Nusa Dua, Sanur dan Ubud mencapai sebesar Rp526,54 miliar.

Destinasi-destinasi wisata di luar Nusa Dua juga akan ramai dikunjungi oleh wisatawan selama KTT G20 berlangsung seperti Uluwatu, Desa Penglipuran sebagai desa wisata, dan Ubud.

Dampak positif lain dari KTT G20 ini, adalah naiknya reputasi Bali di mata dunia. Sebab kehadiran wartawan dari 26 negara yang menghadiri KTT G20 akan memberitakan Bali secara besar-besaran. Ini akan mengembalikan citra Bali sebagai tempat yang sangat layak sebagai destinasi wisata.

“Setelah pandemi ini, dunia akan melihat bahwa Bali masih layak dan aman serta sangat layak dikunjungi,” katanya.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru