Wednesday, November 25, 2020
Home > Berita > Korban Tewas Akibat Gempa dan Tsunami di Sulawesi Kemungkinan Bertambah

Korban Tewas Akibat Gempa dan Tsunami di Sulawesi Kemungkinan Bertambah

Orang-orang yang terluka akibat gempa dan tsunami menunggu untuk dievakuasi dengan pesawat angkatan udara di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto/Antara/Reuters/Al Jazeera)

Orang-orang yang terluka akibat gempa dan tsunami menunggu untuk dievakuasi dengan pesawat angkatan udara di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto/Antara/Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Palu) – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang memicu tsunami di Sulawesi Tengah meningkat menjadi 832. Kemungkinan jumlah itu masih akan bertambah, karena banyak orang diduga masih terperangkap di puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa berkekuatan 7,5 SR, Jumat dan memicu gelombang tsunami setinggi enam meter.

Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam pertemuan pers menyatakan, korban diperkirakan lebih besar dari yang diperkirakan semula. Menurut dia, para petugas dan relawan berjuang keras untuk menyelamatkan korban dan mencari korban tewas, baik di atas pohon yang tinggi, dalam mobil yang terbalik, di rumah-rumah yang rusak parah karena terlempar  hingga 50 meter.

Joko Widodo, Presiden Indonesiua, telah tiba di pulau Sulawesi pada hari Minggu untuk melihat langsung dampak dari gempa dan tsunami.

Puluhan orang dilaporkan terperangkap di reruntuhan sebuah hotel dan sebuah mal di kota Palu. Seorang wanita muda ditarik hidup-hidup dari reruntuhan Hotel Roa Roa. Pemilik hotel mengatakan bahwa ada sekitar 60 orang diyakini terjebak di reruntuhan.

“Kami berhasil menarik keluar wanita yang hidup dari Hotel Roa-Roa tadi malam,” kata Muhammad Syaugi, kepala badan pencarian dan penyelamatan nasional, kepada kantor berita AFP, seperti dikutip Al Jazeera. “Kami bahkan mendengar orang-orang memanggil bantuan ke sana kemarin.”

“Yang sangat kami butuhkan sekarang adalah alat berat untuk membersihkan reruntuhan. Saya punya staf, tetapi tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk membersihkan ini,” katanya.

Pihak berwenang menyatakan bahwa apa yang terjadi jauh lebih buruk daari perkiraan semula. Di daerah-daerah terpencil, khususnya, Donggala, wilayah berpenduduk 300.000 orang  juga terjadi banyak jatuh korban, karena wilayah itu berdekatan dengan pusat gempa.

Kota Mamuju  juga porak-poranda, tetapi hanya sedikit informasi yang tersedia karena jalan rusak dan telekomunikasi terganggu.

“Dua helikopter dari Palang Merah Indonesia telah dikirim ke Donggala untuk membawa persediaan darurat. Kami tidak tahu apakah pekerja darurat telah dapat mencapai kota melalui jalan darat, lapor Tomi Soetjipto kepada Al Jazeera.

Lebih dari setengah  560 narapidana di penjara Palu melarikan diri setelah dindingnya runtuh akibat gempa. Demikian menurut kantor berita Antara. Sementara lebih dari 100 narapidana melarikan diri dari penjara di Donggala.

Militer dilaporkan telah mulai mengirim pesawat mengangkut  bantuan dari Jakarta dan kota-kota lain. Orang-orang yang terluka atau terkena dampak gempa dan tsunami terlihat menunggu untuk dievakuasi di pesawat angkatan udara di Palu, Sulawesi Tengah.

Pesawat angkut militer C-130 dengan pasokan bantuan berhasil mendarat di bandara utama di Palu, yang dibuka kembali untuk penerbangan kemanusiaan dan penerbangan komersial terbatas.

Rumah sakit kewalahan dalam menangani orang-orang yang terluka. Apalagi banyak orang dirawat di udara terbuka.

“Kami semua panik dan lari keluar rumah” ketika gempa menghantam, kata Anser Bachmid, seorang penduduk Palu berusia 39 tahun. “Orang-orang di sini membutuhkan bantuan – makanan, minuman, air bersih,” tuturnya.

Ini adalah bencana alam terbaru yang melanda Indonesia, yang sering diserang oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami karena lokasinya di “Ring of Fire,” gugusan gunung berapi dan garis patahan di Basin Pasifik.

Pada Desember 2004, gempa bumi berkekuatan 9,1 yang sangat besar di pulau Sumatra (Aceh) memicu tsunami yang menewaskan 230.000 orang, serta korban tewas di sejumlah negara yang terdampak. Bulan lalu, gempa kuat di pulau Lombok menewaskan 505 orang.***(Sumber Al Jazeera/Janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru