Tuesday, January 26, 2021
Home > Berita > Jumat guguran awan panas Gunung Merapi belum terpantau, Kamis guguran lava pijar teramati 19 kali

Jumat guguran awan panas Gunung Merapi belum terpantau, Kamis guguran lava pijar teramati 19 kali

Gunung Merapi dipantau melalui kamera Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Jrakah. (Foto PGM Babadan)

Mimbar-Rakyat.com (Yogyakarta) – Puncak Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah tampak jelas dari kamera Pengamatan Gunung Merapi (PGM) di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada hari Jumat (8/1). Namun guguran awan panas belum terpantau hari ini.

Pemandangan puncak Merapi juga dapat dipantau dari PGM Ngepos, Babadan dan Kaliurang. Situasi ini berbeda dibandingkan satu hari sebelumnya pada Kamis (7/1). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Merapi teramati asap berwarna putih dengan intensitas sedang ingga tebal dari kawah.

Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melalui keterangan tertulis  menyatakan, pada Kamis guguran lava pijar teramati 19 kali yang mengarah ke Sungai Krasak. Sedangkan awan panas, sebanyak 4 kali mengarah ke Sungai Krasak dengan luncuran maksimum 400 meter.

Berikut ini rekaman seismograf sepanjang Kamis, 7 Januari 2021, 4 kali gempa awan panas guguran, 117 kali gempa guguran, 99 kali gempa hembusan, 251 gempa hybrid, 45 kali gempa vulkanik dangkal dan 3 kali gempa tektonik jauh.

Sementara itu, notifikasi terkait aktivitas vulkanik terhadap penerbangan atau volcano observatory notice for aviation (VONA) terakhir terkirim berupa kode warna ‘Orange.’ Kode warna ini mengindikasikan kateogri membahayakan penerbangan. Rekomendasi yang diberikan yaitu pesawat diminta untuk menghindari wilayah sekitar awan panas. Kode ini terbit pada tanggal 7 Januari 2021, pukul 09.57 WIB. Abu vulkanik teramati dengan ketinggian 3.168 m di atas permukaan laut atau sekitar 200 di tas puncak.

Gunung Merapi masih pada status level III atau ‘Siaga’ sejak 5 November 2020, pukul 12.00 WIB. Saat itu Merapi mengalami erupsi terus menerus dan letusan terakhir terjadi pada 21 Juni 2020 dengan tinggi kolom erupsi mencapai 6.000 meter di atas puncak.

Terkait dengan aktivitas vulkanik, PVMBG memberikan beberapa rekomendasi sebagai berikut. Pertama, pemetaan prakiraan daerah berbahaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, yang meliputi Kecamatan Cangkringan dengan rincian Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor), Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem) dan Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Magelang, berada di Kecamatan Dukun dengan rincian Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar), Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono) dan Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2)

Pada Kabupaten Boyolali di Kecamatan Selo dengan rincian Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang), Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur) dan Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi).

Pada Kabupaten Klaten berada di Kecamatan Kemalang dengan rincian Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur), Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles) dan Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).

Kedua, penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Ketiga, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Keempat, Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Menyikapi aktivitas vulkanik, pemerintah daerah di 4 kabupaten, Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten telah memfasilitasi evakuasi, khususnya kelompok rentan. Data Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Kamis (7/1), pukul 22.00 WIB, jumlah warga yang mengungsi berjumlah 1.342 Jiwa. Mereka tersebar 9 titik pos pengungsian.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru