Wednesday, May 22, 2024
Home > Berita > Ini Isi Pidato Prabowo dan Anies di Rakernas Apdesi, Ganjar Tak Hadir

Ini Isi Pidato Prabowo dan Anies di Rakernas Apdesi, Ganjar Tak Hadir

Dari tiga bakal capres yang diundang ke Jambi, Prabowo dan Anies hadir berbicara di panggung rakernas Apdesi, sementara Ganjar absen. Tiga sosok favorit bakal capres 2024: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Mimbar-Rakyat.com) (Jambi) – Para bakal capres untuk Pilpres 2024 diundang berbicara dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Jambi, Rabu (26/7).

Namun dari tiga bacapres untuk 2024, hanya dua yang terpantau hadir dan berbicara di acara Apdesi tersebut yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Sementara itu Ganjar Pranowo tak terlihat hadir.

Pada acara tersebut, Prabowo berbicara lebih dulu di podium, sementara Anies bagian selanjutnya. Terkait ketidakhadiran Ganjar, Ketua DPD Apdesi Provinsi Jambi selaku tuan rumah, Samsul Fuad, menduga karena Gubernur Jawa Tengah itu ada kegiatan lain hari ini.

“Mungkin ada kegiatan lain. Banyak kegiatan sehingga tidak sempat. Sudah jelas tak datang,” katanya melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com.

Namun, sambungnya, ketidakhadiran Ganjar tidak mempengaruhi apa pun sebab kegiatan Rakernas Apdesi itu terus berjalan lancar.

“Saya tidak kecewa. Saya tetap gembira, karena acara sukses apalagi Jambi sebelumnya belum jadi tuan rumah,” kata Fuad.

Kala kegiatan itu berlangsung, Prabowo mengingatkan para kepala desa tentang berbagai potensi sumber daya alam di Indonesia, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Bila potensi Indonesia dikelola secara maksimal dan diperuntukkan untuk masyarakat, kesejahteraan bakal dirasakan.

Bahkan, ujar Prabowo, Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan transisi energi.

“Harus waspada energi tidak boleh tergantung BBM dari luar. Kita akan swasembada energi pangan dan mengelola kekayaan di dalam negeri supaya masyarakat dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Saat berbicara di panggung Apdesi itu, Prabowo mengklaim bersahabat dengan asosiasi itu karena telah memperjuangkan hak desa sejak belasan tahun lalu.

“Apdesi bagi saya adalah kawan seperjuangan yang lama. Saya sudah berjuang bersama kalian sejak belasan tahun lalu,” ujar Prabowo.

Pria yang juga Ketua Umum Gerindra itu juga mengingatkan para peserta yang hadir bahwa dirinya memperjuangkan komitmen dana desa sejak lama. Dirinya juga memperlihatkan sebuah piagam komitmen yang dia tandatangani pada 26 Oktober 2013 agar desa di seluruh Indonesia bisa mendapatkan dana Rp1 miliar.

“Kalau saudara ingat sejak 2009-2010 terus kita perjuangkan dana Rp1 miliar 1 desa. Pada 2013 saya menandatangani piagam komitmen kepada Apdesi untuk memperjuangkan dana desa,” tuturnya.

Menteri Pertahanan sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) 2023 di Balairung Universitas Jambi, Jambi, Rabu (26/7/2023).

Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan mengaku bersyukur ketika UU Desa disahkan pada 2014 silam. Ia mengaku itu tak lepas juga dari andil yang dipelopori partainya.

“Alhamdulillah 2014 DPR meloloskan UU Desa yang salah satu pelopornya adalah partai saya kebetulan,” kata dia.

Setelah itu, dia mengapresiasi Apdesi yang telah mengundang 3 bakal calon presiden–dirinya, Anies, dan Ganjar– untuk menyuarakan pendapat soal desa.

“Saya hormat dan salut yang mengundang tiga bacapres. Kita tiga-tiganya belum jadi capres. Akan tetapi, kami bertiga adalah anak bangsa, patriot, cinta Tanah Air,” ucapnya.

Anies, desa, dan lumbung pangan
Sementara Anies mengungkapkan bahwa desa-desa di Jambi bisa menjadikan Indonesia lumbung pangan bila dimajukan dan dikembangkan.

Namun, klaimnya, belakangan ini penduduk desa terus berkurang. Begitu pula persawahan yang terus menyusut.

“Dengan melihat situasi seperti ini kita tidak bisa mendiamkan desa berjuang sendirian. Negara harus melakukan intervensi menyelamatkan agar desa tumbuh, berkembang, bertahan, dan bisa menjadi penopang,” kata eks Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menurutnya bila kondisi itu terus terjadi, Indonesia akan dilanda masalah pangan yang serius.

“Bapak ibu bayangkan kalau penduduk kota meningkat, sedangkan penduduk desa menurun, jumlah sawah menurun, tentu ketahanan pangan kita menjadi tantangan,” kata Anies. (ds/sumber CNNIndonesia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru