Tuesday, August 09, 2022
Home > Berita > Indonesia-Korea Selatan Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis

Indonesia-Korea Selatan Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Yoon Suk-yeol usai melakukan pertemuan bilateral di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, 28 Juli 2022. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) –Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta rombongan tiba di Indonesia pada Jumat dini hari, 29 Juli 2022, setelah melakukan kunjungan kerja ke tiga negara di kawasan Asia Timur, yaitu Republik Rakyat Tiongkok (RRT/China), Jepang, dan Korea Selatan. Sebelum kembali ke Tanah Air, Presiden Jokowi bertemu Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol.

Usai melakukan pertemuan bilateral, di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, Kamis 28 Juli 2022, keduanya menyampaikan penjelasan kepada pers. Presiden Joko Widodo meyakini hubungan kerja sama antara Indonesia-Korea Selatan akan makin kokoh terutama kemitraan di bidang ekonomi. “Kita sambut baik tren perdagangan bilateral yang terus meningkat, kita sepakat untuk terus membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan, dan mempromosikan produk-produk unggulan kedua negara,” ucap Presiden Joko Widodo, seperti dilaporkan website presidenri.go.id.

Presiden Jokowi juga mendorong implementasi konkret dari Indonesia-Korea Economic Partnership Agreement untuk mendorong pemenuhan berbagai target tersebut.

Di bidang investasi, Presiden Jokowi menyampaikan investasi Korea Selatan di Indonesia juga mengalami pertumbuhan pesat dan prospek yang baik khususnya di beberapa bidang termasuk industri baja, petrokimia, baterai kendaraan listrik industri kabel listrik dan telekomunikasi, serta garmen dan energi terbarukan.

“Dalam pertemuan dengan Presiden Yoon, secara khusus saya mendorong kerja sama investasi dari Korea terutama di bidang percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik di Indonesia termasuk proyek industri baterai terintegrasi dengan pertambangan dan industri baja otomotif untuk kendaraan listrik,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyambut baik investasi Korea Selatan dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara antara lain kerja sama di bidang pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum, dan capacity building di bidang pembangunan smart city.

“Saya menyambut baik penandatanganan MoU antara Kementerian Investasi dengan POSCO Korea dan Krakatau Steel Indonesia terkait investasi di bidang industri baja otomotif untuk kendaraan listrik dan partisipasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara dengan nilai keseluruhan investasi mencapai USD6,37 Miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja” tutur Presiden Jokowi.

Di akhir pernyataannya, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Korea Selatan bagi Presidensi Indonesia di G20 dan menantikan kehadiran Presiden Yoon untuk hadir di Bali bulan November mendatang.

Sementara Presiden Yoon Suk-yeol dalam keterangannya menyampaikan, Korea berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sesuai dengan perkembangan dunia yang dinamis.

“Saya merasa kita punya banyak kesamaan, dan tahun depan kita menyambut 50 tahun hubungan Korea-Indonesia, saya berharap kerja sama dapat setahap lebih maju, dan saya berharap untuk lebih banyak bertemu dan berkomunikasi dengan bapak Presiden Joko Widodo,“ ungkap Presiden Yoon.

Tiba di Tanah Air

Presiden Jokowi beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sekira pukul 02.00 WIB, Jumat (29/7) dini hari, setelah menempuh penerbangan selama lebih kurang tujuh jam dari Seoul Airbase Seongnam, Korea Selatan.

Dalam keterangannya di Seoul, Korea Selatan, kemarin (28/7), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa pada kunjungan kali ini Indonesia telah berhasil memperkokoh kerja sama ekonomi dengan ketiga negara di kawasan Asia Timur tersebut. Selain itu, menurut Retno, kepercayaan baik pemerintah maupun swasta dari ketiga negara itu terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat kuat.

“Pendekatan kerja sama yang dibangun Indonesia selalu berdasarkan pada kerja sama yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan. Kepercayaan pemerintah dan swasta dari tiga negara tersebut terhadap stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangatlah kuat,” ujar Menlu.

Retno juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi mendapatkan apresiasi dari pemimpin ketiga negara atas kontribusinya bagi perdamaian dan permasalahan global. Meski di tengah situasi dunia yang penuh dengan rivalitas, Indonesia tetap memperkuat kerja sama dengan negara-negara di dunia.

Lebih lanjut, Retno menuturkan, kunjungan ke RRT, Jepang, dan Korea Selatan memperkuat dukungan global untuk presidensi Indonesia di G20 tahun ini. Selain itu, kata Retno, kunjungan ini akan bermanfaat dalam persiapan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun depan, mengingat ketiga negara tersebut memiliki posisi strategis dalam hubungan dengan ASEAN.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru