Saturday, October 24, 2020
Home > Berita > Cianjur Raya > Herman : Guru Ngaji Bentuk Akhlak Generasi Bangsa

Herman : Guru Ngaji Bentuk Akhlak Generasi Bangsa

Dilantik : Plt Bupati Cianjur Herman Suherman melantik pengurus Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) di Balai Praja Rabu (06/08/2020)

*Pengurus FKGN Cianjur Dilantik
MIMBAR-RAKYAT-(Cianjur) Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengajak dan berharap kepada para guru ngaji untuk mengsiarkan agama Islam di masing-masing wilayahnya. Karena peran guru ngaji sangat penting untuk mewujudkan cianjur lebih maju dan agamis. “Cianjur lebih agamis, salah satunya peran dari guru ngaji,” kata Herman sesuai melantik pengurus Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN), Kabupaten Cianjur di ruangan Bale Praja Rabu (05/08/2020)

Menurut Herman, peran FKGN bisa membantu pemerintah dalam memakmurkan masjid-masjid yang ada di Cianjur, dengan pengajian Al-Quran selepas salat magrib untuk anak- anak generasi muda muslim Cianjur. “Sehingga kedepannya tidak ada lagi anak-anak muslim yang buta huruf Al-Quran,” imbuhnya.

Herman menerangkan, keberadaan para guru ngaji di berbagai pelosok memiliki pengaruh untuk mencerdaskan anak bangsa, terutama terhadap pendidikan ahlak yang baik untuk generasi bangsa. “Kalau aklak baik, insa allah Cianjur akan agamis sesuai dengan harapan kami,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris FKGN Kabupaten Cianjur, Dadang Sugianto menerangkan, selelah selesai dilantik pengurus kabupaten. FKGN akan membentuk pengurus di tingkat kecamatan. Satu kecamatan 15 orang, dengan jumlah 32 kecamatan berarti ada 480 orang pengurus. Kemudian satu desa satu orang pengurus dengan jumlah desa sekitar 360 desa. “Total pengurus dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan dan desa sekitar 750 orang,” tegasnya.

Dadang menerangkan, salah satu tugas pengurus FKGN yaitu mendata guru ngaji di masing masing wilayah. Tujuannya, memberikan insentif dari pemerintah kabupaten cianjur. “Peran kami saat ini mendata, lalu hasilnya kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” imbuhnya.

Insentif untuk guru ngaji ini, kata dia, sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap kiprah para guru ngaji. “Ini dalam rangka mengabdi kepada keberadaan mereka yang terus mengabdi untuk kepentingan umat, karena kita mengenal huruf Al-Qur’an dari para guru ngaji,” imbuhnya.(deni abdul kholik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru