Sunday, February 25, 2024
Home > Cerita > Cerita Khas > Hari Pers Nasional, 9 Februari Yang Berbeda, Catatan Djunaedi Tjunti Aagus

Hari Pers Nasional, 9 Februari Yang Berbeda, Catatan Djunaedi Tjunti Aagus

Hari Pers Nasional, 9 Februari Yang Berbeda, Catatan Djunaedi Tjunti Agus (no tiga dari kanan)

Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan sekali setahun, dalam rangka hari lahirnya organisasi pers di Indonesia,  didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 pada tahun 1985.

Keputusan Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985 tersebut menyatakan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Sejak itu Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia.

Saya akrab dengan rangkaian perayaan Hari Pers Nasional ini sejak 2012, ketika HPN dilaksanakan di Jambi. Saya termasuk salah seorang yang dipercaya dalam tim penerbitan buku. Tahun itu kami juga menyempurnakan buku pedoman/panduan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

 

Sejak itu saya hampir selalu diajak masuk di panitia (pusat), kecuali di dua pelaksanaan HPN, 2015 di Batam dan 2021 di DKI Jakarta. Untuk dua kesempatan tersebut  saya mengikuti perkembangan dan pelaksanaan HPN dari rumah sakit.

 

Tahun 2015, ketika HPN digelar, saya baru saja menjalani operasi by pass jantung di RS Harkit Jakarta. Tahun 2021, saya juga menjalani opname, menjalani isolasi virus Corona di RS Siloam Bekasi Timur.

Yang pasti, seteleh diikutkan dalam pelaksanaan perayaan HPN sejak 2012 berbagai pengalaman menarik saya alami.

Termasuk di HPN 2024 tahun ini saya mendapat tugas baru, bergabung dalam Bidang Kebudayaan/Anugerah PWI 2024 yang menangani urusan penghargaan bagi Bupati/Walikota, dan masyarakat, terkait kebudayaan, BUMN, Lingkungan Hidup, dan Pendidikan.

HPN ternyata mampu membangkitkan semangat banyak orang. Tidak hanya masyarakat pers tetapi masyarakat umum banyak mendapatkan manfaatnya.

Melalui kegiatan HPN saya bisa berkenalan dengan sejumlah tokoh pers. Saya juga saling mengenal banyak teman yang tergabung dalam masyarakat pers dari seluruh Indonesia.

Hari puncak HPN biasanya dilangsungkan pada 9 Februari. Namun kali ini berbeda. Tak ada acara khusus yang dihadiri Presiden RI. Hanya acara “kecil” potong tumpeng di Kantor PWI Pusat, kawasan Jakarta Pusat. Namun acara itu dihadiri  Menkomimfo Budi Arie Setiadi.

Acara singkat itu pun tetap teras semarak bagi yang hadir. Foto-foto bersama, foto barengpun mewarnai, termasuk saya sendiri yang mendaulat Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun foto rame-rame bersama sejumlah teman, seperti AR Loebis, Ismet Rauf, Kesit B Handoyo, Kadir Monas, dan sejumlah teman lainnya.

Apa hanya sampai di situ? Tidak. Masih akan ada acara puncak, perayaan HPN 2024 yang akan digelar di Ancol, Jakarta,  Insya Allah dihadiri Presiden Jokowi dan sejumlah petinggi negeri.

Selamat HARI PERS NASIONAL. Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara. Jayalah Pers Indonesia.

HPN dari tahun ke tahun yang saya ikuti, sbb:

HPN 2012………Jambi

HPN 2013……….Manado

HPN 2014….,…..Bengkulu

HPN 2015…Batam (sakit)

HPN 2016……….Lombok

HPN 2017…………Ambon

HPN 2018………..Padang

HPN 2019……..Surabaya

HPN 2020.. Banjarmasin

HPN 2021.Jakarta (sakit)

HPN 2022 … Kendari

HPN 2023…. Medan

HPN 2024 ….  Jakarta.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru