Sunday, February 25, 2024
Home > Berita > Disaksikan Yenny Wahid, Menhan Prabowo Bertemu dan Cium Tangan Istri Gus Dur

Disaksikan Yenny Wahid, Menhan Prabowo Bertemu dan Cium Tangan Istri Gus Dur

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dan mengobrol dengan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah, dan putrinya Yenny Wahid.

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto nampak bertemu dan mengobrol dengan keluarga Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Pertemuan itu terjadi usai sidang tahunan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (16/8/2023).

Menhan Prabowo ikut membantu istri Gus Dur, Sinta Nuriyah ketika naik mobil saat akan meninggalkan gedung DPR. Dia bahkan sempat mencium tangan Sinta Nuriyah. Melihat hal tersebut, Yenny Wahid pun ikut tertawa.

Prabowo mengaku ingin bertemu lagi dengan Yenny dalam pertemuan yang lebih mumpuni. “Mau ketemu lagi,” kata Prabowo.

Namun, Prabowo belum membeberkan kapan pertemuan tersebut akan terlaksana. Dia mengaku agenda tersebut masih dijadwalkan. “Sedang dibicarakan,” ucapnya.

Sebelumnya, Yenny mengaku siap jika dilamar menjadi cawapres dari tiga capres yang ada.

“Tentunya harus siap, harus bersedia, harus menyiapkan diri. Tentunya harus menyiapkan diri,” kata Yenny Wahid.

Sebelumnya Bakal Capres 2024 Ganjar Pranowo sowan ke istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023) malam.

Kepada Sinta, Ganjar mengaku menjadikan sosok Gus Dur dan Abdul Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) sebagai inspirasi dalam bernegara.

“Pertama, terkait hukum, seperti diceritakan Gus Dur dalam tulisannya, hukum positif yang berlaku di Indonesia telah mengakomodasi aspek penting dalam hukum Islam atau syariat di dalamnya, yaitu ketahanan (deterrence),” kata Ganjar dalam siaran tertulisnya, Minggu.

Gubernur Jawa Tengah itu dan Sinta salah satunya membahas soal hukum positif. Dia mengatakan, ke depan, hukum positif perlu adil dan bisa ditegakkan tanpa pandang bulu seperti yang dicita-citakan Gus Dur dan Wahid Hasyim.

“Bukan tumpul ke bawah dan tajam ke atas, kemudian menjadi kunci keberhasilan negara atas rakyatnya. Dalam hal ini, adalah mewujudkan baldatun thoyibatun wa rabun ghofur,” kata Ganjar. (ds/sumber Liputan6.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru