Friday, February 26, 2021
Home > Berita > Digitalisasi madrasah kerja sama dengan Bank Dunia

Digitalisasi madrasah kerja sama dengan Bank Dunia

Bank Dunia akan bantu digitalisasi madrash. (kominfo)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) Kementerian Agama siap meningkatkan kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) terkait program kerja sama digitalisasi madrasah.

Hal ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu dengan Kepala Perwakilan Bank Dunia (World Bank) untuk Indonesia Satu Kahkonen dan jajarannya secara virtual.

Program itu ditargetkan untuk meningkatkan standar mutu dan kualitas madrasah, karena menurut Menag, pembelajaran di madrasah dan pesantren memerlukan afimarsi dan dukungan kebijakan dalam melahirkan siswa yang moderat dan toleran seiring dengan cita-cita dan semangat bangsa Indonesia.

“Kami akan berupaya agresif menindaklanjuti program kerja sama dengan Bank   Dunia,” ujar Menag Yaqut pada acara Jumat itu, seperti disiarkan laman kominfo.go.id.

Kepada Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Satu Kahkonen dan jajarannya, Menag menyampaikan apresiasi tingg atas kerja sama yang sudah berjalan dalam meningkatkan standardisasi mutu dan kualitas madrasah lewat proyek platform digitalisasi.

Pada Oktober 2020, Kemenag dan Bank Dunia merilis Program Madrasah Reform Realizing Education’s Promise dan Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR).

REP-MEQR merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola penyelengaraan pendidikan dasar dan menengah di Kementerian Agama (Kemenag).

Proyek ini akan dilaksanakan dalam waktu lima tahun, dimulai dengan pelaksanaan proyek pada 2020 dan berakhir pada 2024. Pelaksanaan proyek didanai oleh Bank Dunia sebesar Rp3,75 Triliun (USD 250 juta).

“Kerja sama sektor pendidikan madrasah dengan Bank Dunia ini menambah semangat baru kami untuk menjadikan madrasah bisa bersaing secara global dengan pendidikan lainnya,” sambung Menag.

Menag mengatakan, ranah pendidikan madrasah di Indonesia unik serta mendapat partisipasi dan animo yang tinggi dari masyarakat. Salah satu alasannya karena pendidikan madrasah mengusung Islam yang ramah dan inklusif.

“Kurikulum pendidikan madrasah itu mengusung Islam yang ramah, inklusif dan menghargai perbedaan. Kami juga sudah melakukan upaya digitalisasi madrasah agar bisa beradaptasi dengan dunia yang semakin digital,” ujar Menag .

“Program digitalisasi madrasah sangat penting. Kalau ini tidak dilakukan maka madrasah bisa menjadi layaknya dinosaurus, besar namun punah. Jadi kami terus mendorong madrasah untuk bertransformasi secara digital selain meningkatkan sarana dan infrastruktur lainnya, ” lanjut Menag.

Dalam pertemuan tersebut, Menag Yaqut juga mengungkapkan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag saat ini tengah menyiapkan rencana berdirinya Cyber Islamic University.

Ia berharap Kemenag dan Bank Dunia juga dapat berkerja sama dan bersinergi terkait program tersebut.

“Saya kira program yang sudah disiapkan Bank Dunia sejalan dengan program Kementerian Agama khususnya program digitalisasi,” kata Menag.

Bank Dunia sambut baik

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Satu Kahkonen mengaku senang dengan penjelasan Menag Gus Yaqut yang akan agresif menindaklanjuti program kerja sama digitalisasi madrasah dengan Bank Dunia.

“Kami senang dengan upaya agresif dari Bapak Menteri Agama terkait program digitalisasi madrasah bersama Bank Dunia. Pasalnya hingga saat ini penyerapan proyek kerja sama ini baru berjalan enam persen. Artinya ada 94 persen lagi yang belum terserap,” ujar Satu Kahkonen.

“Kami berharap diskusi ini dapat berlanjut dengan aksi nyata dari Kementerian Agama dan Bank Dunia dalam percepatan dan akselerasi program digitalisasi madrasah. Kami akan segera rapat teknis dengan jajaran serta menyusun jadwal pertemuan dengan tim anda untuk mempercepat program digitalisasi Kemenag, ” katanya.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru